Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

BOR RS di Kepri Tinggi Akibat Ratusan PMI di RSKL Masih Dirawat

Puluhan PMI dari Malaysia masuk dari Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. (Foto : Ismail/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Meskipun grafik Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau terus melandai. Namun tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rest (BOR) di rumah sakit Kepri hingga saat ini masih tinggi.

berdasarkan data Satgas penanganan Covid-19 Kepri, dalam kurun waktu 9-15 September 2021 tingkat keterisian BOR mencapai 9,75 persen.

Menanggapi hal itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, tingginya tingkat keterisian BOR Rumah Sakit di Kepri itu disebabkan banyaknya pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar Negeri melalui pintu masuk di Provinsi Kepri.

Apa lagi kata Ansar, sejumlah PMI dari Malaysia yang masuk melalui pintu pelabuhan Batam ditangani secara intensif melalui pemeriksaan kesehatan, kondisi badan.

Bahkan dari pemeriksaan yang dilakukan di pintu masuk Kepri, ditemukan banyak PMI yang terkonfirmasi Positif, yang kemudian harus dikarantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang Batam selama 10-12 hari.

“Memang sekarang kasusnya sudah agak melandai, tapi BOR kita masih cukup tinggi akibat pemulangan saudara kita PMI dari Malaysia melalui pintu masuk di Kepri,” ujarnya, Kamis (16/9/2021).

Seharusnya lanjut Ansar, data terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster PMI tersebut dipisahkan dari kasus di Kepri. Karena, penanganan kasusnya langsung ditangani oleh pemerintah pusat di RSKI Galang.

“Karena kita tidak menangani kasus PMI ini. Makanya, kalau datanya dimasukkan ke Kepri membuat tingkat kasus kita juga meninggi,” kata Ansar.

Oleh karena itu, mantan Bupati Bintan 2 periode ini meminta pemerintah pusat memisahkan data penanganan Covid-19 PMI dengan Provinsi Kepri. Sehingga, data yang ditampilkan merupakan data sebenarnya sesuai dengan kondisi daerah dalam menangani Covid-19.

“Saya minta pemerintah pusat memisahkan data itu. Supaya, data tersebut sesuai dengan kondisi real sekarang ini,” demikian Ansar.

Sebelumnya, Komandan Korem 033/ Wira Pratama Kepri Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu juga mengatakan, terus melakukan pemantauan dan Perawatan terhadap ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang datang dari luar Negeri ke Indonesia.

Hingga saat ini lanjutnya, Jimmy Ramoz terdapat 358 orang PMI yang dirawat dan diisolasi Mandiri akibat dinyatakan positif Covid-19 saat baru tiba dari Malaysia ke Kepri.

Seluruh PMI itu, dirawat dan diisolasi di RSKI Galang di Batam, untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan dan mencegah tersebarnya virus covid-19 ke Indonesia.

Untuk diketahui, data Satgas Penanganan Covid-19, per tanggal 15 September 2021 ada penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 78 orang dan kasus sembuh sebanyak 72 orang. Sedangkan, kasus aktif saat ini sebanyak 502 orang.

Sementara untuk kasus meninggal dunia juga bertambah 5 orang, Sehingga secara kumulatif total kasus meninggal dunia akibat Covid-19 hingga saat ini sebanyak 1.719 orang.

Selain itu, berdasarkan peta risiko masing-masing daerah, 4 kabupaten/kota masih berstatus zona kuning. Yakni, Kota Batam, Bintan, Lingga, dan Anambas. Sementara 3 daerah lainnya, Kota Tanjungpinang, Karimun dan Natuna berstatus zona oranye.

Penulis :Ismail
Editor :Redaksi

Comments
Loading...