Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi Dana Sarpras Panjat Tebing Bintan, Firdaus dan Azim Divonis 2 dan 2,6 Tahun Penjara

Korupsi dana pembangunan Sarpras Panjat Tebing di Bintan, Terdakwa M.Firdaus dan Azim Sidik dihukum 2 dan 2,6 Tahun penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang (Foto:Roland/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Dua terdakwa korupsi, dana pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) olahraga Panjat Tebing di Bintan, Terdakwa M.Firdaus dan Azmi Sidik dihukum 2 tahun dan 2 tahun 6 bulan penjara di PN Tanjungpinang.

Putusan dijatuhkan majelis Hakim Eduard MP Sihaloho didampingi hakim anggota Joni Gultom dan Yon Efri di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (16/9/2021).

Dalam putusanya, Hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut dalam penggunaan dana bantuan Hibah Pembangunan Sarana dan prasarana Panja Tebing dari APBD Bintan.

Tindak pidana yang dilakukan keduanya lanjut Hakim sesuai dengan dakwaan primer Jaksa penuntut umum melanggar pasal 3 ayat 1 jo Pasal 18 ayat 1 huruf a dan b, ayat 2 dan ayat 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor. jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.

“Atas perbuatanya, terdakwa Muhammad Firdaus dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan,” ujar Hakim.

Sementara terdakwa Azmi Sidik, juga dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Selain hukuman pokok, terdakwa Azmi Sidik juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp.183 juta. Dan jika tidak dikembalikan dalam waktu satu bulan, diganti dengan hukuman pidana penjara selama 9 bulan.

Putusan Hakim ini, lebih ringan tiga tahun dari tuntutan Jaksa penuntut Umum dari Kejaksaan negeri Bintan. Sebelumnya Jaksa menuntut Kajari bintan, menuntut kedua terdakwa dengan hukuman penjara selama 5 tahun dan dan 5 tahun 6 bulan.

Atas putusan hakim ini, kedua terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya Tommy dan Sri Ernawati menyatakan menerima putusan Hakim tersebut. Sedangkan JPU Eka Waruwu menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya terdakwa Muhammad Firdaus dan Azim Sidik ditetapkan Satreskrim Polres Bintan sebagai tersangka korupsi dana pembangunan sarana olah raga Panjat Tebing di Bintan yang dialokasikan dari dana Hibah olahraga APBD Bintan.

Pengusutan korupsi pembangunan sarana olahraga ini dilakukan atas tidak adanya sarana olahraga panjat tebing yang dibangun tersangka. Sementara pada 2018 Komite Olahraga Nasional (KONI) Bintan melalui Cabor olahraga Panjat Tebing menerima danah hibah APBD sebesar Rp 250 juta atas proposal yang diajukan ke Kabupaten Bintan.

Atas dana itu, selanjutnya KONI Bintan menunjuk CV.Anugerah Pangkal yang ditunjuk sebagai melaksanakan proyek tidak pernah melaksanakan pengerjaan. Peminjaman CV sendiri juga tidak pernah diberitahukan kepada Direktur pemilik CV. Selanjutnya, Tersangka Azmi sebagai PPK mengatasnamakan CV.Anugerah Pangkal melakukan pembayaran dana dengan laporan fiktif.

Penulis:Roland
Editor   :Redaksi

Comments
Loading...