Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

AJI Batam Kecam Tindakan Kasar Ajudan Menhub Budi Karya Ke Jurnalis Liputan6.com

Logo AJI Indonesia

PRESMEDIA,ID, Batam – Aksi kekerasan dan penghalangan terhadap kerja Jurnalis saat melakukan liputan, kembali terjadi di kota Batam. Kontributor Liputan6.com Ajang Nurdin didorong dan dihalangi ajudan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan wawancara door stop di Rusun BP.Batam Tanjung Uncang, Batu Aji Batam Kamis (16/9/2021).

Berdasarkan kronologis yang disampaikan Ajang Nurdin ke Advokasi AJI Batam, Kejadian berawal, ketika Ajang hendak mewawancarai Menteri Perhubungan itu secara door stop usai meninjau Rusun BP Batam.

Namun belum sempat mengajukan pertanyaan, Jurnalis Liputan6.Com itu langsung didorong ajudan menteri pada bagian lehernya. Setelah itu, petugas lain yang tidak diketahui dari instansi mana, juga memiting dan menyeret Ajang menjauh dari rombongan Menhub RI tersebut.

Kepada Ajang orang tersebut juga mengatakan, “Bro, wawancara nanti di Pelabuhan (Pelabuhan Ferry Batam Center-red),” katanya setelah melepas pitingan.

Menurut pengakuan Ajang, dia tidak mengetahui kalau Budi Karya Sumadi tidak dapat diwawancarai pada saat itu. Karena dalam jadwal kunjungan kerja Menhub RI itu di Batam juga tidak disebutkan bahwa wawancara door stop Jurnalis terhadap menteri itu dilarang.

Atas kejadian ini, Ketua AJI Batam Slamet Widodo mengatakan, Tindakan intimidasi yang dilakukan ajudan Menteri Perhubungan ini jelas merupakan bentuk kekerasan dan penghalangan terhadap kerja Jurnalis dan mengancam kebebasan pers di Batam dan Indonesia.

Atas kejadian itu kata Slamet Widodo, AJI Batam menyatakan sikap sangat mengecam intimidasi yang dilakukan secara arogan oleh oknum pengamanan Menteri Perhubungan terhadap Jurnalis Ajang Nurdin kontributor Liputan6.com.

“Kami juga mengimbau agar semua pihak menghargai dan menghormati kerja-kerja jurnalis dalam menjalankan tugasnya yang dilindungi UU Pers. Dan penghalangan terhadap kerja Jurnalis merupakan Pidana yang bisa dijerat dengan Pasal Pasal 18 UU Pers No. 40 tahun 1999 Tentang Pers,” ujar Widodo.

AJI Batam juga menegaskan, Jurnalis harus dilindungi dalam melaksanakan tugas peliputan demi mencari kebenaran yang hakiki bagi masyarakat meskipun mendatangkan kebencian dari pihak tertentu.

“Dengan kejadian ini AJI Batam berharap Kementerian lembaga dan setiap orang dapat memahami kerja yang dijalankan Jurnalis, hingga kejadian yang menimpa Ajang Nurdin tidak terulang lagi bagi jurnalis di Batam dan di Indonesia di masa mendatang,” pungkasnya.

Penulis:Redaksi/Rilis
Editor :Redaksi

Comments
Loading...