Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
DPRD Lingga

Mahasiswa IMKL Pertanyakan Operasi Tambang Perusak Lingkungan di Lingga

*Plt.Sekda Sebut Lobang Menganga Bekas Galian Tambang Bisa Jadikan Kolam Pelihara Ikan

Mahasiswa IMKL MENJumpai Sekda Kepri UNTUK mempertanyakan Operasi Tambang di Lingga yang meresahakan masyarakat dan merusak Lingkungan (Foto:Prov.Kepri) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sebanyak 8 mahasiswa yang mengaku dari Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang, mendatangi kantor Gubernur Kepri, melaporkan kondisi pertambangan yang merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat di Lingga.

Kedatangan mahasiswa IMKL ini, diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Lamidi didampingi kepala dinas Pertambangan dan Energi (Tamben), kepala dinas Lingkungan Hidup (LH) dan kepala dinas PUPR di ruang rapat lantai 3 kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang.

Sedangkan dari IMKL, dalam kesempatan itu dipimpin oleh ketua umum IMKL Alfi Riyan Syaputra, mengatakan, dampak lingkungan yang ditimbulkan para penambang yang diduga beroperasi secara ilegal di Lingga telah merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat.

Sejumlah Tambang itu kata, Mahasiswa berada di Dabo Singkep serta sejumlah Pulau lainya di Lingga.

Para mahasiswa ini meminta, agar Pemerintah memperhatikan dan memberikan pengawasan terhadap para penambang yang sedang beroperasi. Karena dampak lingkungan yang ditimbulkan dinilai mengganggu masyarakat.

Menaggapi hal itu, Plt.Sekretaris daerah Provinsi Kepri Lamidi, mengatakan saat ini petugas inspektur tambang dari pemerintah pusat sudah turun ke kabupaten Lingga.

Tujuan merka kesana, salah satunya adalah untuk melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait aktivitas tambang di daerah itu.

Lamidi juga berharap hal yang didiskusikan bersama para mahasiswa IMKL ini juga akan menjadi perhatian khusus tim dari pusat yang turun ke Liga, khususnya menyangkut dampak lingkungan aktivitas pertambangan yang terjadi.

Selain mengenai operasi tambang, mahasiswa juga mempertanyakan solusi dari pemerintah terhadap sejumlah kolam bekas galian tambang di Lingga yang saat ini menganga.

Atas pertanyaan itu, Lamidi berharap kedepan bisa dijadikan tempat pemeliharaan ikan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Tamben) Hendri Kurniadi dalam kesempatan ini mengatakan, jika saat ini terdapat 5 perusahaan tambang di Lingga yang sedang ditunda izin explorasinya. Sementarta 2 perusahaan dicabut izin tambangnya.

“Hal ini dilakukan dengan berbagai alasan, salah satunya memperhatikan dampak lingkungannya.” ujarnya.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...