Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kejagung-RI Ajukan Izin Penyitaan TCC Mall Sebagai BB Korupsi PT.ASABRI

Kapuspenkum Kejagung, Leonard EE Simanjuntak saat melakukn riless dengan sejumlah Wartawan di Kejagung-RI (Foto: Istimewa/Puspenkum Kejagung).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Agung RI (Kejagung) mengajukan izin penyitaan TCC Mall ke PN Tanjungpinang dalam pengusutan dugaan korupsi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Pengajuan izin penyitaan Mall Tanjungpinang City Center (TCC)  oleh kejaksaan Agung, sebagai barang bukti kasus dugaan korupsi PT.ASABRI ini juga dibenarkan Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

“Benar Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang telah menerima pengajuan izin sita Mall TCC dari Kejagung,” kata Humas PN Tanjungpinang, Sacral Ritonga saat dikonfirmasi PRESMEDIA.ID melalui telepon, Rabu(22/9/2021).

Sacral menyampaikan, saat ini pengajuan izin sita tersebut masuk ke Panitera Pengadilan dan masih dilakukan pemeriksaan terkait syarat-syarat pengajuan.

“Jika sudah lengkap dan memenuhi persyaratan maka akan ditandatangani oleh Ketua PN Tanjungpinang,” jelasnya.

Namun saat ditanya kapan surat itu masuk dan apakah dari Kejaksaan Agung RI atau Kejati Kepri, Sacral masih menunggu informasi dari Panitera yang menangani surat pengajuan izin sita tersebut.

“Besok pagi secara lengkap akan saya sampaikan. Saat ini paniteranya masih ada urusan sehingga belum dapat ditemui,” singkatnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung RI, Burhanuddin menyebutkan, kerugian negara terkait akibat  Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) tahun 2012 sampai 2019 sebesar Rp22,78 triliun.

Jumlah tersebut, merupakan hasil nilai penghitungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Hal itu dikemukakan Jaksa Agung bersama Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Dr Agung Firman Sampurna, bertempat di depan Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kejaksaan Agung Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

“Berdasarkan hasil perhitungan oleh BPK RI,  kerugian negara kasus dugaan korupsi pada PT Asabri Persero tahun  2012 sampai 2019 adalah sebesar Rp22,78 triliun,” kata Burhanuddin dalam rilis yang dikirim Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui Kasipenkum Kejati Kepri.

Sehingga, imbuh Burhanuddin, perkara dapat diserahterimakan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada 28 Mei 2021.

Selanjutnya, Ketua BPK RI, Agung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kejaksaan Agung, OJK, Bursa Efek Indonesia, dan Industri Keuangan serta pihak-pihak lain yang telah membantu BPK RI dalam pelaksanaan pemeriksaan ini.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...