Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ansar Masih Tetap Lanjutkan Wajib Antigen Sebagai Syarat Perjalanan

Warga dari unsur kalangan pelayan publik saat mengikuti vaksinasi massal di halam RSUP RAT Tanjungpinang belum lama ini. (Foto: Ismail/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau belum mencabut kebijakan wajib rapid antigen bagi warga yang melakukan perjalanan laut antar daerah.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, kebijakan wajib antigen sebagai syarat bepergian pada warga di Pelabuhan itu, perlu terus dilakukan dalam menekan penyebaran covid antar kabupaten dan provinsi di Kepri.

Sedangkan bagai penumpang maskapai penerbangan antar pulau di Kepri, Gubernur memberikan keringanan, cukup dengan menggunakan pemeriksaan rapid antigen dan tidak harus PCR swab.

“Kemarin kita berikan diskresi, untuk penerbangan antar daerah seperti ke Natuna dan Lingga bagi penumpang pesawat tidak harus PCR Swap, tapi cukup hanya antigen saja,” ucapnya, Kamis (23/9/2021).

Menanggapi kebijakan bupati Lingga yang telah menghapuskan kewajiban antigen pada warga yang datang dan berangkat di Lingga, Ansar menuturkan, dirinya tetap menghormati keputusan Bupati Lingga yang tidak lagi mewajibkan rapid antigen sebagai syarat perjalanan dari daerahnya. Namun, ia tetap meminta agar Bupati Lingga mengkaji kembali kebijakan tersebut serta mengawasi dengan ketat pelaksanaannya di lapangan.

“Karena mengatasi fluktuatif Covid ini lebih sulit. Namun, kalau tujuannya untuk memudahkan masyarakat saya setuju,” ujar Ansar.

Menurut Ansar, untuk mencabut kebijakan rapid antigen sebagai syarat perjalanan antar daerah harus didasari dengan referensi dan catatan yang kuat. Karena, tujuan diberlakukannya kewajiban rapid antigen adalah untuk mengurangi mobilitas masyarakat dari suatu daerah ke daerah lainnya.

Sehingga, penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan dengan baik.

“Sekarang fokus kita adalah bagaimana Kepri bisa turun level 1 atau 2. Apalagi semua kabupaten/kota juga sudah zona kuning,” demikian Ansar.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Comments
Loading...