Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Gesa Penurunan Levelisasi PPKM Kepri, Satgas Covid Wajibkan Seluruh Tempat Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

*Satgas Kepri Juga Maksimalkan Tracing dan Treatment Kasus baru Covid-19

Petugas nakes mengambil sampe swab salah seorang warga. (Foto : Dokumentasi/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Perbaiki levelisasi PPKM provinsi Kepri dari level 3 ke Level 2 dan 1, Satgas Covid provinsi Kepri akan memaksimalkan tracing dan treatment penderita Covid-19 di provinsi Kepri.

Selain itu, Satgas Covid dan Pemerintah Provinsi Kepri, juga akan memberlakukan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah tempat di seluruh provinsi Kepri mulai pekan depan atau akhir September memasuki Oktober ini.

Hal itu dikatakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin Rapat Koordinasi Penurunan PPKM Kepri, yang dihadiri oleh Bupati/Walikota dan Forkopimda Kepri secara virtual di Gedung Daerah Kamis (23/9/2021) malam.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, jika melihat angka kasus Positif Covid-19 di Kepri, hingga saat ini terus mengalami penurunan. Dan sampai 24 September 2021 angka kasus di seluruh kabupaten dan kota di Kepri mengalami penurunan.

“Angka kasus positif harian, angka keterisian rumah sakit, dan angka kematian sudah menunjukkan penurunan yang drastis. Jadi beberapa Kabupaten dan Kota seharusnya sudah turun ke level II atau level I,” kata Gubernur Ansar saat memimpin rapat di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (23/9/2021) malam.

Saat ini lanjut Ansar, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mempersiapkan langkah-langkah penurunan level PPKM di Kabupaten dan Kota di Kepri.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian Satgas Covid-19 Kepri sekaligus ahli epidemiologi Tjetjep Yudiana menjelaskan, komponen utama levelisasi Covid-19 Kepri oleh pemerintah pusat didasari dua komponen yang harus diperbaiki.

Dua komponen utama yang menjadi asesmen itu, adalah transmisi komunitas dan kapasitas respon. dari masing-masing komponen ini, selanjutnya terdiri dari tiga indikator yang terdiri dari indikator kasus konfirmasi, rawat inap, dan kematian. Sementara komponen kapasitas respon terdiri dari indikator testing, tracing, dan treatment.

“Dari keenam indikator terhadap dua komponen asesmen tersebut, yang masih menjadi hambatan untuk penurunan level ada di rendahnya capaian tracing di beberapa daerah,” ujar Tjetjep Yudiana.

Tjetjep memberikan contoh, Kota Batam sebagai gambaran saat ini kasus konfirmasi positif covid-nyq sudah menyentuh angka 3,50 per 100 ribu penduduk dalam satu minggu terakhir.

Dari asesmen angka tersebut, sudah berada di tingkat I. Lalu rawat inap RS di Kota Batam berada di angka 7,65 per 100 ribu penduduk dalam satu minggu atau berada pada tingkat 2. Begitu juga dengan angka kematian, yang saat ini di angka 0,58 per 100 ribu penduduk yang berada di level I.

“Namun angka tracing Kota Batam hingga saat ini baru mencapai angka 4,86 rasio kontak erat. Artinya dalam 1 kasus positif Covid-19, pemerintah Kota Batam, hanya menelusuri sebanyak 4 orang. Angka ini jauh dari standar WHO (World Health Organization) yang menetapkan setiap dalam 1 kasus positif harus dilakukan tracing atau penelusuran kepada 15 orang lainnya,” uajr Tjejep.

Gambaran serupa lanjutnya, juga terjadi di Kabupaten dan Kota lain di Kepri. Beberapa daerah masih terhalang dengan rendahnya capaian tracing kasus positif.

Dan dari data Satgas Covid, hanya Kabupaten Anambas dan Natuna yang berhasil melewati standar WHO dengan catatan angka tracing 16,00 persen dan Kabupaten Natuna capaian tracing-nya di angka 18,00.

Untuk mempercepat tracing sesuai dengan standar WHO lanjut Tjetjep, kabupaten dan kota di Kepri, sesuai dengan arahan dan pedoman Menteri Dalam Negeri, harus melakukan tracing terhadap tetangga di sekeliling lingkungan sampai dengan 15 orang di lokasi setiap kasus positif Covid-19 ditemukan.

“Dari data NIK yang ada harus di tracing tetangga-tetangga mereka, data tersebut dimasukan ke aplikasi SiLacak dan diteruskan ke aplikasi PeduliLindungi hingga nanti akan terdeteksi apabila ada kontak erat suspek Covid-19 yang ingin memasuki tempat-tempat umum,” jelasnya.

Aplikasi PeduliLindungi Akan Diberlakukan Secara Menyeluruh di Kepri

Atas hal itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengarahkan, agar mulai pekan depan atau akhir September memasuki Oktober, seluruh lokasi umum dan kawasan Pemerintah daerah, Instansi vertikal, kalangan pengusaha di Kepri agar menggunakan aplikasi PeduliLindungi kepada semua warga yang datang dan masuk kedalam suatu tempat.

“Kita meminta agar Aplikasi PeduliLindungi mulai digunakan secara menyeluruh mulai pekan depan di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Hal ini sebagai upaya dari integrasi data nasional untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di Kepri,” katanya.

Sementra untuk mempercepat tracing di Kepulauan Riau, Gubernur Ansar bersama dengan Kapolda Kepri dan Danrem 033/WP sepakat untuk membentuk satuan relawan di masing-masing kecamatan dengan jumlag 3 orang.

Satuan relawan ini, terdiri dari aparat TNI-POLRI dan tenaga puskesmas akan bertugas melakukan tracing dari rumah ke rumah sekaligus memasukkan data tracking ke aplikasi SiLacak.

“Jadi ini untuk memantapkan lagi tracing kita, nanti kita juga akan memberikan mereka intensif transportasi selama tiga bulan sampai dengan Desember,” ucap Sekda Lamidi.

Dengan penentuan asesmen level daerah yang akan ditetapkan pada 4 Oktober mendatang, Gubernur Ansar berharap kepada seluruh kepala daerah dapat bekerja lebih maksimal lagi untuk melakukan perbaikan di sektor-sektor yang menjadi catatan.

“Paling tidak tanggal 4 nanti minimal seluruh kabupaten dan kota sudah turun ke level II, itu minimal (level II), lebih bagus lagi jika sudah ada yang turun ke level I,” ujar Gubernur Ansar.

Tampak hadir dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina secara virtual, Kepala Dinas Kesehatan M. Bisri, Asisten I Juramadi Esram, Asisten III Hasbi, Kepala BPKAD Venny, Kepala BP2RD Reny, Kepala Biro Pemerintah Darwin, dan Dr. Hasyim Ashari.

Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...