Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pengungsi Afghanistan Unjuk Rasa, Minta UNHCR Realisasikan Pemindahkan Mereka ke Negara Ketiga

Ratusan pencari Suaka korban perang Afganistan, melakukan unjuk sara menuntut UNHCF  agar segera merealisasikan pengiriman mereka ke Negera ke tiga (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Ratusan pengungsi dan pencari suaka Afganistan, menggelar unjuk rasa menuntut United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) agar segera merealisasikan memindahkan mereka ke negara ketiga.

Ratusan imigran Afganistan itu datang dari tempat penampungan mereka di Badrah Resort Kabupaten Bintan, dan melakukan aksi demo di lapangan Pamedan jalan Basuki Rahmat Kota Tanjungpinang, Senin (27/9/2021) siang.

Salah satu pencari suaka Afganistan Yahya Zan Malik, mengatakan aksi unjuk rasa seluruh pencari suaka yang berasal dari Afganistan itu terpaksa dilakukan untuk meminta United Nations High Commissioner (UNHCR) segera memberikan penjelasan status pencari suaka mereka.

“Kami telah menunggu satu dekade untuk proses pemindahan ke negara ketiga, Dan dalam penantian ini sebagian dari teman-teman kami ada yang sampai melakukan bunuh diri,” kata Zan Malik pada wartawan media ini.

Menurutnya, rekan-rekanya yang mengakhiri hidup dengan bunuh diri itu, dikarenakan mereka depresi dan stres memikirkan masa depannya yang tidak pasti. Bahkan saat ini banyak dianatara mereka yang mengungsi itu juga mengalami gangguan kecemasan.

“Kami pencari suaka juga mengucapkan terimakasih kepada Negara terhormat Pemerintah RI atas semua kebaikan dan bantuan yang diberikan,” jelasanya.

Para pencari suaka korban perang ini juga berharap, Aspirasi yang mereka sampaiakan melalui unjuk rasa yang dilakukan dapat didengar Pemerintah Indoensia, UNHCR dan PBB.

“Karena selama ini banyak rapat bersama instansi terkait dilakukan, Namun nasib kami sebagai pencari suaka tidak ada titik terang dan kami larut dalam penungguan,” ujarnya dengan bahasa Indonesia.

“Kami sekarang benar-benar putus asa dan menderita, seluruh dunia juga tahu bahwa negara kami hancur dan banyak yang kehilangan kontak keluarganya. Apa mereka masih hidup atau meninggal dunia kami juga tidak mengetahui,” ujarnya lagi.

Ditempat yangs sama, Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando, mengatakan bahwa aksi unjuk rasa para pencari suaka itu tidak memiliki izin, Tetapi karena ratusan pencari suaka itu memaksa akan berjalan kaki dari penampungannya di hotel Badhra BIntan ke lapangan Pamedan, sehingga pihaknya memfasilitasi untuk menggunakan angkutan umum.

“Mereka tidak ada izin dan rekomendasi, tapi mereka memaksa untuk keluar dari Bhadra hotel di Bintan. Sehingga kita berkoordinasi dengan Satpol PP dan imigrasi,” ucap Fernando.

Fernando menyampaikan bersama Imigrasi dan Satpol PP melakukan pengamanan aksi pencari suaka itu untuk tetap berunjuk rasa dengan mematuhi protokol kesehatan, karena warga Indoensia saja saat ini juga dilarang melakukan aksi unjuk rasa .

“Aksi mereka hanya diam saja dan untuk menunjukkan kepada dunia agar ada negara ketiga yang menampung mereka,” pungkasnya.

Aksi unjuk rasa ratusan pencari suaka ini berlangsung selama kurang lebih satu jam. Kondisi cuaca Tanjungpinang yang saat itu diguyur hujan mengakibatkan sejumlah imigran basah kuyub. Ahirnya tepat pukul 12.00 Wib aksi unjuk rsa mereka selesai.

Penulis:Roland  
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...