Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kejati Kepri Segera Umumkan Tersangka Tahap II Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit Bintan

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Hari Setyono dikonfrimasi wartawan di Kejati Kepri(Foto:Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Tinggi Kepri akan segera mengumumkan tersangka tahap II, korupsi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) bauksit dan tindak pidana yang mengikutinya di Kabupaten Bintan.

Kepala Kejaksaan tinggi Kepri Hari Setyono, mengatakan pengumuman tersangka Korupsi tahap II IUP-OP Tambang Bauksit dan tindak pidana yang mengikutinya itu, dilakukan setelah Surat Perintah Penangkapan dan Penahanan (Spinkap/Sprinhan) tersangka ditandatangani.

“Segera kami akan umumkan siapa tersangkanya. Dan sebelumnya atas kasus lanjutan ini juga telah kami lakukan gelar perkara,” ujar Hari Setyono pada PRESMEDIA.ID di Kejati Kepri Senin (27/9/2021).

Dalam korupsi tahap II penyalahgunaan IUP-OP Tambang Bauksit ini lanjutnya, juga diikuti dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atau (Money Laundry) hingga dalam penyidikan Kejaksaan terus melakukan pengembangan.

“Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus ini juga sudah dilakukan, tinggal kami mengumumkan tersangkanya saja,” ujar mantan Kapuspenkum Kejagung ini.

Sebelumnya, dalam kasus korupsi IUP-OP Tambang Bauksit tahap I di Bintan, Kejaksaan Tinggi Kepri juga telah menetapkan 12 tersangka. Ke 12 tersangka itu, terdiri dari mantan Kepala dinas ESDM Kepri, Kepala DPMPTSP Kepri, serta 10 orang direksi perusahaan yang tidak bergerak dibidang pertambangan.

Ke 12 tersangka korupsi  IUP-OP tambang ini, juga telah divonis mulai dari 3-12 tahun penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang karena terbukti bersalah, menyalahgunakan jabatan untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain dalam pengeluaran IUP-OP tambang bauksit di Bintan.

Ke 12 terdakwa itu dinyatakan Hakim PN terbukti melanggar pasal 2 Juncto Pasal 18 nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KHUP dalam dakwaan Primer.

Sementara satu saksi Fredy Yohanes yang  sebelumnya mengaku sebagai opemilik lahan dan penerima sewa lahan pertambangan dari sejumlah terdakwa, hingga saat ini masih ditetapkan jaksa sebagai saksi.

Kendati sebagai saksi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri juga menyita uang senilai Rp.7,5 miliar dari Ferdy Yohanes. Penyitaan itu dilakukan Kejati dari Bank BRI Cabang Tanjungpinang atas penyetoran yang dilakukan saksi Ferdy Yohanes ke Rekening Penampung RPL Kejati Kepri.

Dalam persidangan 12 terdakwa Korupsi Tambang sebelumnya, juga terungkap saksi Ferdy Yohanes yang merupakan bos PT.Gunung Sion menerima dana penyewaan lahan hutan lindung yang diklaimnya sebagai miliknya dari sejumlah terdakwa senilai Rp.7,5 miliar.

Namun melalui data kehutanan di Bintan, sejumlah lahan pulau yang diklaim Fredy Yohanes sebagai lahan miliknya itu, ternyata merupakan lahan hutan lindung yang ditetapkan berdasarkan TGHK 1986 provinsi Riau.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi  

Comments
Loading...