Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Apa Kabar Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna? Ini Jawaban Kejati Kepri

Kejati Kepri Hari Setiyono (Dokumen Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Hampir 5 tahun “Mandek”, Pengusutan dugaan korupsi Rp.7,7 Miliar dana tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015 di Kejaksaan Tinggi Kepri tak kunjung selesai dan sampai ke Pengadilan.

Sejumlah masyarakat-pun akhirnya bertanya-tanya, “Apa Kabar Kasus Korupsi di DPRD Natuna itu?.

Menanggapi pertanyaan itu, Kepala Kejaksaan tinggi Kepri Hari Setyono, mengatakan sampai saat ini proses penyidikan dugaan korupsi itu masih terus dilakukan. Sejumlah saksi dari DPRD Natuna, bersama pihak lain, dikatakan juga sudah kembali diperiksa.

“Saat ini tinggal menunggu pendapat dari saksi ahli keuangan dari kementerian Keuangan Pusat. Karena pendapat ahli ini diperlukan untuk menguatkan proses penyidikan dan penuntutan,” jelas Kejati Kepri Hari Setyono pada PRESMEDIA.ID, Senin (27/9/2021).

Sebelumnya, jelas Kejati Kepri ini, Penyidiknya juga telah memeriksa 22 orang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna, sebagai tindak lanjut pengusutan dugaan korupsi dana tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD tahun 2011 sampai 2015 itu.

“Demikian juga saksi lainya, Untuk nilai kerugian yang diakibatkan masih Rp7,7 Miliar sesuai dengan perhitungan auditor,” katanya.

Sebelumnya, Penyidik kejaksaan tinggi Kepri juga memanggil dan memeriksa kembali 22 mantan anggota DPRD Natuna periode 2009-2014. Ke 22 orang mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna periode 2009 sampai 2014 yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini antara lain, berinisial DI, DW, S, WS, M, Y, H, R, H, MF, S, R, Z, MY, RM, NYS, H, DG, AH, A, W, dan MB,” kata Jendra.

Pemeriksaan kembali 22 saksi ini, dilakukan penyidik Kejati Kepri untuk memperkuat alat bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Pemberian Tunjangan Perumahan bagi Pimpinan Dan Anggota DPRD Kabupaten Natuna dengan tersangka berinisial HC, IS, RA,M dan S.

Penyidikan dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara Rp.7,7 Miliar ini, dilakukan ketika Kejaksaan Agung dijabat oleh Muhammad Prasetyo dari Partai Nasdem dan Kepala kejaksaan Tinggi Kepri saat itu dijabat Yunan Harjaka pada 2017.

Kemudian setelah jabatan Kepala kejaksaan Tinggi beralih kepada Asri Agung Putra kasus Korupsi di Natuna ini juga tidak kunjung dituntaskan.
Demikian juga ketika kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Edi Birton dan Sudarwidadi menjabat, Kasus korupsi di Natuna ini juga tak kunjung bisa diselesaikan.

Sebelumnya Penyidik Kejaksaan tinggi Kepri juga telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus korupsi ini pada tahun 2017 lalu.Ke-5 orang tersangka itu adalah mantan Bupati Natuna, Raja Amirullah dan Ilyas Sabli yang merupakan kader Partai Nasdem.

Kemudian mantan Ketua DPRD Natuna periode 2009-2014 Hadi Chandra, mantan Sekda Kabupaten Natuna periode 2011-2016 Syamsurizon (Almarhum) serta mantan Sekwan DPRD Natuna 2009-2012 Makmur.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...