Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Terus Melandai, Kasus Aktif Positif Covid-19 Kepri Tinggal 278 Orang

Salah satu imigran yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat di karantina di Bhadra Resort, Bintan. (Foto : Dok/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau terus melandai. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, per tanggal 27 September 2021 ada penambahan sebanyak 26 kasus terkonfirmasi positif.

Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan kasus sembuh yang bertambah sebanyak 36 orang. Dengan demikian, kasus yang masih aktif saat ini sebanyak 278 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara kumulatif sebanyak 1.742 orang.

Sementara berdasarkan peta risiko per daerah, seluruh kabupaten/kota berstatus zona kuning atau rendah penyebaran Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19, Lamidi, mengatakan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) saat ini 5,39 persen.

“Sementara positivity rate di Kepri pada angka 0,80 persen,” ucapnya.

Meskipun saat angka terkonfirmasi positif terus melandai, namun Pj Sekdaprov Kepri ini tetap mengimbau agar seluruh masyarakat tetap menaati protokol kesehatan.

“Tingkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, kerja dan lingkungan masyarakat,” imbaunya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, upaya tracing saat ini masih belum berjalan maksimal. Sesuai dengan aturan pusat, tracing harus dilakukan dengan perbandingan 1:15. Sementara di Kepri saat ini masi berada dibawah perbandingan tersebut.

Kemudian berkaitan dengan BOR yang saat ini tergolong tinggi disebabkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang. Oleh karena itu, ia meminta data terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster PMI tersebut dipisahkan dari kasus di Kepri. Karena, penanganan kasusnya langsung ditangani oleh pemerintah pusat di RSKI Galang.

“Karena, kita tidak menangani kasus PMI ini. Makanya, kalau datanya dimasukkan ke Kepri membuat tingkat kasus kita juga meninggi,” demikian Ansar.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Comments
Loading...