Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tim Tabur Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Harianto Brasali

Tim Tabur Kejaksaan saat mendatangi dan menangkap buronan Korupsi Harianto Brasali di Rumahnya.(Foto:Penkum-Kejagng-RI)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat mengamankan terpidana korupsi PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat, Harianto Brasali (54) setelah sebelumnya buron.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer dalam rilisnya mengatakan, terpidana Harianto Brasali, diamankan Tim Kejaksaan Agung di Cluster Gunung Raya Kav 17 Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, sekitar pukul 17:15 WIB pada Selasa (28/9/2021).

Sebelum ditangkap kata Kapuspen,  terpidana korupsi itu sebelumnya sudah dipanggil secara layak oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tetapi yang bersangkutan tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan.

“Oleh karenanya, Kejaksaan selanjutnya masukan yang bersangkutan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dan diamankan setelah pencarian diintensifkan Kejaksaan bekerja sama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung,” ujarnya.

Leonard juga mengatakan, dalam korupsi PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat, Harianto Brasali, divonis Hakim selama 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp.300.000.000,-(tiga ratus juta rupiah) subsider 6 bulan kurungan.

Putusan terpidana tertuang dalam Putusan MA RI Nomor :1558.K/PID/2005 tanggal 27 Maret 2006, Yang menyatakan, terbukti melakukan Korupsi melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus Korupsi ini, Terpidana Harianto Brasali dkk didakwa pada suatu waktu dalam tahun 2002 di Kantor PT.Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat secara bersama-sama sebagai orang yang melakukan, turut serta melakukan atau menyuruh melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu PT.Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp. 120 Miliar.

Atas penangkapan ini, selanjutnya Kejaksaan akan melakukan eksekusi  Terpidana sesuai dengan putusan Pengadilan.

Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan juga menghimbau, agar seluruh pelaku dan terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.

Penulis:Redaksi
Editor   :Redaksi 

Comments
Loading...