Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Mengaku Tertipu Dalam Pembelian Rumah, Karyawan BUMD Tanjungpinang Mengadu ke Polisi

Mantam karyawan BUMD PT. TMB, Mulyadi saat berada di Satreskrim Polres Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sejumlah karyawan dan mantan karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT.Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) membuat pengaduan atas dugaan penipuan pembelian rumah secara kolektif di PT.TMB Tanjungpinang.

Sejumlah Karyawan BUMD kota Tanjungpinang itu, mendatangi SPKT Polres Tanjungpinang dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Tanjungpinang, Selasa (5/10/2021).

Mantan karyawan BUMD PT.TMB, Mulyadi mengatakan bahwa sejumlah karyawan mendatangi Polres Tanjungpinang untuk melaporkan dugaan penipuan dalam pembelian rumah dengan developer melalui pinjaman di Bank BJB dengan agunan SK dan potongan gaji per bulan.

Program kepemilikan rumah kerjasama BUMD dan Developer yang ditanggung melalui hutang Karyawan ke Bank BJB ini terdapat sebanyak 7 karyawan.

Baca Juga

Harga yang disepakati per unit rumah dengan Developer Perumahaan Citra Pelita 8 di Jalan Karya Tobong Bata Batu 8 Kota Tanjungpinang adalah Rp 126 juta. Namun dalam pembayaran, setiap karyawan disuruh membayar Rp 146 juta hingga jumlah dana yang dibayar tidak sesuai dengan akte jual beli.

“Jadi setiap karyawan ada kelebihan dana Rp 20 juta, dana ini yang kami tuntut dan laporkan ke Polres Tanjungpinang,” kata Mulyadi.

Mulyadi bercerita bahwa pembelian rumah ini merupakan program dari BUMD PT.TMB dengan mekanisme peminjaman uang ke Bank BJB dengan nominal yang berbeda-beda.

Mekanismenya, Karyawan BUMD Tanjungpinang meminjam uang ke Bank BJB dengan nominal yang berbeda-beda. Masing-masing karyawan ada yang meminjam Rp200 juta ada dan Rp150 juta dengan agunan SK.

Dengan pinjaman itu, selanjutnya menjadi pembayaran pembelian rumah secara lunas.

Namun yang menjadi pertanyaan, lanjut Mulyadi diluar pembelian rumah, ada pungutan yang kelebihan uang Rp20 juta yang diambil dan tidak dijelaskan kepada para karyawan.

“Yang menjadi pertanyaan kami dana yang kami cari dan setorkan Rp20 juta peruntukannya untuk apa. Kalau Karena pembelian rumah secara jelas ke developer realnya adalah 126 juta,” ungkapnya.

Karyawan BUMD ini berharap, dengan laporan pengaduan yang disampaikan ke Polisi, akan membuat terang siapa yang menggunakan dan mengambil dana mereka.

“Hingga siapa yang diduga melakukan penipuan dalam hal ini menjadi terang dan kami serahkan ke pihak Polisi, demikian juga sejumlah pihak yang terlibat karena pembayaran yang kami lakukan tidak sesuai dengan perjanjian di Bank BJB, yang hanya menyediakan kredit saja,” ujarnya.

Sementara dana pinjaman Rp 146 juta dari Bank BJB untuk pembelian rumah, juga diblokir dan dibekukan.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra mengatakan belum mengetahui laporan atau aduan sejumlah karyawan BUMD Tanjungpinang.

“Belum saya cek dulu, nanti saya sampaikan ke rekan-rekan media. Kita cek dulu,” singkatnya.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...