Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Plt.Bupati Bintan Larang Pelajar Yang Belum Divaksin Ikut PTM

Plt.Bupati Bintan Roby Kurniawan.(Foto: Dokumentasi/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Kendati semua sekolahan memastikan sudah siap untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tapi Plt.Bupati Bintan Roby Kurniawan melarang siswa yang belum divaksin untuk ikut PTM.

Plt.Bupati Roby menyatakan syarat untuk PTM tidak hanya sekedar alat-alat pencegahan penyebaran covid-19 namun yang utama menurutnya adalah vaksinasi bagi kalangan guru-guru dan tenaga kerja di sekolahan serta pelajar yang berusia 12 tahun ke atas.

“Saya minta pelajar yang belum divaksin dilarang ikut belajar tatap muka di sekolah. Jadi mereka belajarnya tetap di rumah yaitu melalui daring,” jelasnya.

Semua itu, bedasarkan data yang diterimanya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, vaksinasi untuk pelajar berusia 12-18 tahun di Bintan sudah mencapai 93 persen, namun demikian masih 7 persen lagi pelajar yang belum disuntik vaksin.

Sebelumnya Dinas pendidikan kabupaten Bintan merencanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di Bintan akan dilaksanakan 11 Oktober mendatang.

Rencana pelaksanaan PTM siswa dan siswa ini lanjut Roby juga sudah di sosialisasikan melalui dialog bersama para kepala sekolah (kepsek) di seluruh jenjang pendidikan.

“Para kepsek sudah siap. Bahkan mereka sudah menyiapkan semua kebutuhan sejak lama untuk PTM dimasa pandemi covid-19 ini,” ujar Roby, kemarin.

Selain itu, Robby juga meminta agar di setiap sekolah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Lalu berikan edukasi kepada peserta didik akan pentingnya prokes sehingga ketika mereka berada di luar jam sekolah tetap mematuhinya.

Apabila nantinya ditemukan ada pelajar yang terpapar covid-19. Maka akan ditangani dengan maksimal dan jika harus dilakukan penanganan lebih lanjut maka diisolasi secara terpadu.

“Sekarang kita berada di level 2 di Kepri. Jangan sampai ada klaster-klaster sekolah sehingga Bintan dapat ke level 1,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan, Tamsir, mengatakan untuk proses dan pelaksanaan PTM sudah diatur dalam petunjuk teknis (juknis). Termasuk disitu diatur guru-guru wajib vaksin dan juga pelajar diatas 12-18 tahun.

Sementara pelajar dibawah usia 12 tahun tidak divaksin karena belum ada aturannya sehingga mereka tetap dapat mengikuti PTM.

“Juknisnya sudah saya sebarkan ke seluruh sekolah agar kepsek maupun guru dapat mempelajarinya. Dalam juknis tersebut juga ditegaskan untuk PTM, guru, kepsek dan siswa diatas 12 tahun harus vaksin. Apabila siswa usia 12 tahun ke atas belum vaksin tidak dapat ikuti PTM tapi tetap belajar daring,” bebernya.

Kemudian juga diatur jumlah siswa yang PTM. Setiap lokal hanya diisi 50 persen siswa. Kemudian proses pembelajarannya tidak sampai 4-5 jam tetapi hanya 2-3 jam saja dan tidak ada jam istirahat. Lalu saat belajar tidak diperbolehkan bersalaman antara guru dan siswa.

“Memang budaya kultur yang terus dijaga dari dulu yaitu siswa cium tangan guru akan hilang saat ini. Hal itu dilakukan demi mencegah penyebaran covid-19,” sebutnya.

Terpisah Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bintan, Sri, mengatakan sekolah yang dipimpinnya sudah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk menghadapi dan menjalani PTM ini. Baik prokesnya bahkan 710 siswa dari kelas 7-9 di sekolah tersebut sudah divaksin.

“Pelaksanaan PTM ini akan kami laksanakan 3 bagian. Untuk di kelas 7,8,9 akan hadir pada hari-hari tertentu,” katanya.

Masing-masing kelas diisi 32 siswa. Mereka akan dibagi 2 kelompok yaitu ganjil dan genap. Untuk Kelas 9 dijadwalkan hadir pada hari Senin dan Kamis, Kelas 8 hadir pada Selasa dan Jumat serta Kelas 7 hadir pada Rabu dan Sabtu. Kehadiran siswa itu tidak menetap melainkan akan diroling setiap pekannya.

Untuk jam pembelajarannya hanya dilaksanakan selama 3 jam dalam sehari. Lalu jam istirahat ditiadakan sehingga pihak sekolah meminta masing-masing murid membawa bekal dari rumah.

“Kami ada petugas Satgas Covid-19 Sekolah. Jadi petugas inilah yang selalu mengawasi dan memantau anak-anak,” ucapnya.

Penulis : Hasura
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...