Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Penumpang KM.Umsini dan Petugas PT.Pelni Ricuh di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang

Petugas sedang memeriksa surat antigen dan tiket penumpang. (Foto: Hasura/ Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Keberangkatan KM.Umsini perdana dari Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Rabu (6/10/2021) diwarnai kericuhan antara penumpang dan petugas PT.Pelni.

Kericuhan tersebut terjadi ketika proses penimbangan barang salah satu penumpang yang akan masuk ke pelabuhan, terkait dengan biaya tambahan kelebihan timbangan barang Penumpang yang enggan membayar kelebihan barang tersebut.

Kericuhan itu pun langsung ditangani oleh Kapolres Bintan AKBP.Tidar Wulung Dahono. Kedua penumpang dari Kota Batam itu pun dipanggil dan diminta keterangan di ruangan Pelabuhan Sri Bayintan Kijang.

Tidar mengatakan kericuhan itu terjadi disebabkan miskomunikasi saja. Penumpang menginginkan haknya dipenuhi, namun di satu sisi tidak bisa semuanya bisa digratiskan.

“Tidak keseluruhan penumpang. Hanya beberapa orang saja. Mereka harus memenuhi kewajibannya sesuai peraturan karena tidak bisa semuanya digratiskan,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, dalam penyelesaian masalah ini pihaknya tidak langsung melakukan penegakan hukum. Namun, melakukan upaya persuasif dengan memberikan penjelasan kepada para penumpang tersebut.

Kepolisian lanjutnya, telah memberi menjelaskan kepada penumpang bahwa dibukanya kembali pelayaran kapal dari Pelabuhan Sri Bayintan ini bukan hanya untuk kepentingan masyarakat semata. Namun, ada kepentingan bangsa dan negara yaitu kegiatan pemulihan ekonomi yang berlangsung.

“Kita tidak langsung lakukan penegakan hukum, karena itu adalah jalan terakhir. Mudah-mudahan permasalah itu selesai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Syahrul Akbar, mengutarakan permasalahan antara penumpang dan pihak petugas sudah selesai. Itu semua berkat bantuan dari kepolisian.

Sesuai aturannya, setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa muatan barang maksimal 40 Kilogram (Kg). Namun ada beberapa penumpang yang membawa muatan lebih dari yang kapasitas yang diberikan. Oleh karena itu, jika muatan barang yang berlebihan itu tetap ingin dibawa ke dalam bagasi kapal, maka penumpang diwajibkan membayar.

“Jadi sudah disepakati oleh penumpang tersebut untuk membayar muatan yang over kapasitas,” ucapnya.

Untuk diketahui, Pemkab Bintan akhirnya membuka kembali akses kapal besar PT Pelni melakukan pelayaran dari Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang setelah beberapa lama vakum akibat pandemi Covid-19. Pada keberangkatan perdana ini, antusias masyarakat sangat tinggi. Pantauan lapangan, meski jadwal keberangkatan KM Umsini pukul 12.00 WIB hari ini, namun para penumpang sudah memadati pelabuhan sejak malam hari sebelumnya.

Penulis : Hasura
Editor : Redaksi

Comments
Loading...