Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tiga Berkas Perkara Pungli dan Pemerasan Dengan Tersangka Oknum TU Kejaksaan Dilimpah ke Pengadilan

Dua Oknum Pegawai TU Kejaksaan Negeri Bintan dn Tanjungpinang, bersama satu warga Bintan, ditetapkan tersangka atas dugaan pemerasan oknum kades di Bintan

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Negeri Bintan melimpahkan berkas perkara tiga tersangka pungutan liar (Pungli) dan pemerasan Kepala Desa yang dilakukan dua oknum staf Kejaksaan dan satu warga Sipil di Bintan.

Ketiga Berkas perkara kasus Pungli dan pemerasan yang dilimpahkan Kejaksaan Negeri Bintan itu, adalah BAP tersangka Moh.Rizal (Oknum Staf TU Kejaksaan) Bustanul Ilmi (Oknum Staf TU Kejaksaan) dan tersangka Riki Rozali dari warga sipil.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bintan, I Wayan Riana membenarkan telah melimpahkan Berkas perkara tersangka dugaan pungli dan Pemerasan yang sebelumnya di OTT Intel Kejati Kepri dan Kejaksaan Negeri Bintan saat memeras Kades di desa Malang Rapat Bintan itu.

“Berkas Perkaranya sudah kami limpahkan ke PN untuk disidangkan, saat ini tinggal menunggu jadwal sidang dari PN,” ujarnya Rabu (6/10/2021).

Ditempat berbeda, Pengadilan Negeri Tanjungpinang juga membenarkan Pelimpahan Berkas Perkara dari Kejaksaan Negeri Bintan ini. Humas PN Tanjungpinang M.Sacral Ritonga mengatakan, Panitera Pidana Khusus PN Tanjungpinang telah menerima berkas perkara tiga tersangka kasus OTT pegawai TU Kejaksaan bersama satu orang warga itu pada pada Selasa (5/10/2021) kemarin.

“Pelimpahan sudah diterima Kepaniteraan, Tiga berkas yang diterima dan di register Kepaniteraan PN yaitu atas nama Terdakwa Moh.Rizal, Bustanul Ilmi dan Riki Razali,” kata Sacral pada PRESMEDIA.ID, Rabu(6/10/2021).

Dan Ketua Pengadilan lanjut Sakral,juga telah menunjuk Majelis Hakim yang akan memeriksa dan menyidangkan perkara tersebut, dengan susunan Majelis, Anggalanton Boangmanalu sebagai ketua majelis dibantu dengan Hakim Ad Hoc Albiferri dan Syaiful Arif sebagai hakim anggota.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dibantu Intelijen Kejaksaan Negeri Bintan, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada dua oknum pegawai TU Kejaksaan bersama satu warga saat memeras dan melakukan Pungutan Liar (Pungli) oknum Kepala Desa di Kabupaten Bintan.

Ketiga pelaku adalah Moh.Rizal oknum Staf TU Kejaksaan, kemudian Bustanul Ilmi oknum Staf TU Kejaksaan dan Riki Razali seorang warga sipil. Ketiganya, diamankan pihak kejaksaan di rumah makan di daerah Kawal Bintan, Rabu (30/6/2021).

Selain mengamankan ketiga pelaku, Tim Kejaksaan juga mengamankan barang bukti berupa uang hasil pemerasan ketiga pelaku Rp.50 juta bersama 3 buah Handphone.

Pemerasan yang dilakukan ketiga pelaku sendiri, berawal dari dugaan korupsi penggunaan dana desa yang dilakukan Kepala desa Malang Rapat-Bintan.

Atas dugaan korupsi Kades itu, selanjutnya Riki Rozali yang merupakan mantan anggota BPD di desa itu memberikan data korupsi Kades tersebut ke Moh.Rizal oknum Staf TU Kejaksaan, kemudian Bustanul Ilmi oknum Staf TU Kejaksaan.

Selanjutnya Moh.Rizal dan Bustanul Ilmi yang mengaku sebagai Jaksa Intel di Kejaksaan Tinggi Kepri mendatangi Kades Malang Rapat dan sedang melakukan sedang melakukan penyelidikan dugaan penyelewengan dana ADD di desa tersebut.

Atas pemeriksan ala Jaksa Gadungan itu, selanjutnya dua Oknum TU Kejaksaan Moh.Rizal dan Bustanul Ilmi meminta Kepala desa Malang Rapat tersebut menyediakan ratusan juta dana, agar kasus dugaan korupsi dana Desa itu proses hukumnya tidak dilanjutkan.

Takut dan bingung dengan ancaman kedua pelaku, Kades Malang Rapat itu menceritakan hal yang dialami kepada staf BPD-nya, dan Oleh staf BPD-nya itu, Selanjutnya melaporkan kejadian yang dialami Kadesnya ke anggota DPRD Bintan.

Oleh Anggota DPRD Bintan dilakukan pengecekan terhadap penyelidikan dugaan korupsi di Desa Malang Rapat itu, yang kenyataanya pihak kejaksaan menyatakan tidak pernah melakukan penyelidikan di Desa tersebut.

Selidik-punya selidik, ternyata penyelidikan dugaan korupsi dan Pungutan liar dengan modus Pemerasan atas Kasus itu, dilakukan oleh oknum Staf TU Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dan Bintan Moh.Rizal dan Bustanul Ilmi, bersama satu orang warga yang mengatasnamakan Jaksa di Kejati Kepri.

Atas kejadian itu, selanjutnya tim Intel Kejati Kepri dan Intel Kejari Bintan, melakukan penangkapan pada ketiga tersangka.

Atas perbuatanya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf a dan huruf b UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...