Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kasus Penipuan Masuk IPDN, Saksi Geri Mengaku Lihat Tante Vina Terima Uang Rp300 juta dari Yozi

Sidang lanjutan dugaan Penipuan masuk IPDN dengan Terdangka Oknum ASN Pemko Tanjungpinang Vina Saktiani di PN Tanjungpinang (Foto:Roland/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kasus dugaan penipuan calo masuk IPDN dengan tersangka oknum ASN Vina Saktiani masih terus berlangsung di PN Tanjungpinang, Rabu (6/9/2021).

Seorang saksi yang dihadirkan JPU, Geri mengaku melihat terdakwa yang saat itu disebut Tante Vina (Terdakwa Vina Saktiani-red) menerima dana dari Yozi (Anak anggota DPRD Bintan Tarmizi) sebesar Rp300 juta. Uang itu kata saksi Geri, diberikan Yozi kepada Vina saat bersama datang ke rumah Terdakwa km 8 atas Tanjungpinang.

Kepada majelis Hakim, Geri juga mengatakan jika Yozi adalah teman sekolahnya dan ketika tamat SMA mencoba mengikuti seleksi masuk IPDN bersama dengan-nya.

“Saat itu, Yozi yang mengajak saya ke rumah Tante ini (Terdakwa-red) yang katanya adalah tante Yozi, dan merupakan alumni IPDN tahun 2016,” ujar Geri.

Setelah pertemuan itu lanjut Geri, Terdakwa yang saat itu dipanggil tante oleh (Yozi), menyuruh agar saksi dan Yozi bersama temanya Ridho, mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) di salah satu hotel di Kota Batam.

“Yang mengajar Bimbel saat itu laki-laki orang dari Kemendagri. Kami bertiga termasuk korban saat itu menjemput guru Bimbel itu di Bandara Batam,” paparnya.

Namun saat mengikuti seleksi awal, saksi dan rekanya yang lain, dinyatakan tidak lolos. Sementara untuk rekanya Yozi dikabarkan saat ini masih berusaha diurus.

Usai memeriksa saksi, Hakim, Boy Syailendra bersama Majelis Hakim Awani Setiyowati dan Sacral Ritonga kembali menunda persidangan pada Minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainya.

Sebelumnya Jaksa penuntut Umum mendakwa Vina Saktiani dengan pasal 378 KUHP dalam dakwaan Kesatu dan pasal 372 KUHP dalam dakwaan kedua atas dugaan kasus penipuan masuk IPDN.

Penipuan ini berawal ketika terdakwa menawarkan kepada oknum anggota DPRD Bintan Tarmizi, agar memasukan anaknya dalam penerimaan siswa IPDN dengan uang pengurusan Rp300 juta.

Atas tawaran itu, Tarmizi menyetujui dan menyatakan akan menyerahkan uang pengurusan itu kepada terdakwa. Namun ketika anak korban mengikuti Ujian Teknis Kemampuan Dasar (TKD) di Tanjungpinang, anak anggota DPRD itu dinyatakan tidak lulus.

Namun oleh terdakwa mengatakan,kalau anak korban nanti bisa diluluskan lewat jalur belakang setelah mengikuti pelantikan siswa.

Terdakwa, juga meminta agar korban dan anaknya berangkat ke Bandung menemui seseorang di kampus IPDN. Atas arahan itu, selanjutnya korban dan anaknya berangkat dan mendatangi kampus IPDN di Bandung. Sementara terdakwa yang saat itu berada di Tanjungpinang, meminta korban dan anaknya untuk menunggu arahan.

Tetapi setelah menunggu di Kampus IPDN, Terdakwa mengabarkan jika anaknya untuk sekarang tidak bisa masuk, tetapi tunggu nanti pada saat siswa telah mengikuti pendidikan dasar di Akpol dan siswa IPDN kembali ke barak, Baru anak korban dikatakan akan disisipkan.

Namun kenyataanya hingga 2 bulan kemudian anak korban tetap tidak bisa masuk IPDN. Atas kejadian itu, selanjutnya korban merasa kesal dan melaporkan terdakwa ke Polisi dengan laporan penipuan atas apa yang dijanjikan Terdakwa tidak bisa direalisasikan, dan Polisi menetapkan ASN Pemko Tanjungpinang Vina Saktiani sebagai tersangka Penipuan.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...