Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jamwas Kejagung Tunggu Pemeriksaan Kejati Kepri Terhadap Oknum Jaksa Terduga Penerima Suap

*Ratusan Juta Uang Kertas Berserakan di Lantai Ruang Jaksa Kejari Tanjungpinang

Kantor Kejaksaan Tinggi Kepri di Senggarang Tanjungpinang Provinsi Kepri. (Foto:Dok-Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Agung RI menyatakan telah mengetahui dan memonitor pemeriksaan oknum Jaksa di Kejari Tanjungpinang yang dugaan menerima suap dalam penyidikan dugaan Korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang.

Jaksa Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung-RI Amir Yanto, mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan oknum Jaksa tersebut dari Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Kepri.

“Saya menunggu hasil pemeriksaan dulu. Namanya dugaan bisa benar bisa salah. Jika salah kadar kesalahanya seperti apa?, Jadi saya nunggu hasil pemeriksaan Aswas Kejati dulu,” ujarnya menjawab konfrimasi PRESMEDIA.ID Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Heri Setyono yang dikonfirmasi dengan pemeriksaan oknum Jaksa Kejari Tanjungpinang ini belum memberi jawaban. Demikian juga Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Joko Yuhono.

Sementara itu Kepala Seksi Penerangan dan hukum Kejaksaan Tinggi Kepri Jendra Firdaus mengatakan, jika sampai saat ini pemeriksaan oknum jaksa yang diduga menerima suap dari salah seorang terperiksa dalam dugaan korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang itu, masih didalami.

“Masih didalami, nanti diinfokan lagi, masih pemeriksaan internal” ujar Jendra singkat.

Ratusan Juta Uang Kertas Berserakan di Lantai Ruang Jaksa Kejari Tanjungpinang 

Sebelumnya, ratusan lembar uang kertas nominal Rp100,000 dan Rp50,000 berserakan di lantai salah satu ruangan Jaksa di Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

Informasi yang diperoleh Media, ratusan lembar uang kertas yang berserakan itu, adalah milik salah seorang terperiksa dugaan korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang, yang saat itu dipanggil oknum Jaksa tersebut ke kantornya di Kejari Tanjungpinang.

Kedatangan terperiksa ke ruang Jaksa itu, dikatakan berkaitan dengan pemberiaan ratusan juta dana kepada oknum Jaksa di Kejari Tanjungpinang itu, agar kasus dugaan Korupsi-nya tidak dilanjutkan.

Namun ditengah perjalanan, kendati sudah memberi dana ratusan juta, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang tetap melanjutkan proses hukum dan meningkatkan status penyelidikan dugaan Korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis ke Penyidikan.

“Jadi sebelumnya oknum Jaksa itu, diduga sudah menerima dananya. Namun tidak sesuai dengan komitmen. Hingga jaksa bersangkutan mau mengembalikan. Tapi Orang itu (Terperiksa-red) tidak mau dana itu dikembalikan, dan sementara jaksa memaksa agar uang itu dibawa, hingga terjadi saling tolak dan uangnya berserakan di lantai,” sebut seorang sumber yang namanya enggan dituliskan.

Atas pengambilan uang oleh oknum Jaksa itu, Si terperiksa lanjut sumber, saat itu juga menyebut akan melaporkan permintaan sejumlah dana oleh Jaksa itu ke Kejati dan Kejaksaan Agung. Karena kasus korupsinya tetap dinaikan.

“Orang itu (Terperiksa-red) juga sempat mengancam akan lapor ke Kejati dan Kejagung atas permintaan uang yang dilakukan Jaksa itu,” ujar sumber ini lagi.

Selanjutnya, atas kejadian ini tim Aswas dari Kejaksaan Tinggi Kepri memanggil dan memeriksa oknum jaksa di Kejaksaan Negeri Tanjungpinang tersebut. Sementara proses hukum penyidikan dugaan korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis dengan anggaran APBN Rp 34 Miliar hingga saat ini tersangkanya belum ditetapkan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Kejaksaan negeri Tanjungpinang telah meningkatkan status penyelidikan dugaan korupsi Proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang itu ke penyidikan. Namun demikian kejaksaan belum netepkan siapa tersangka dalam kasus korupsi yang disidik itu.

Proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang kota Tanjungpinang dengan anggaran Rp34.107.483.783,- merupakan Proyek Satuan tugas Kerja (Satker) Ditjen Permukiman Kementerian PUPR Pusat di Provinsi Kepri.

Proyek yang menelan nilai kontrak Rp.34 Miliar ini, dikerjakan oleh PT Ryantama Citrakarya Abadi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Istadi dan Iswanto selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi 

Comments
Loading...