Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tingkatkan Kepercayaan Publik AMSI Rumuskan Indikator Kepercayaan Media Digital

Pertemuan Panduan dan Indikator kepercayaan media digital anggota AMSI bersama Internews dan USAID MEDIA

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Asosiasi Media Siber Indonesia bersama 50 perwakilan anggota dan pengurus dari berbagai wilayah merumuskan panduan dan indikator kepercayaan media digital dengan menyelenggarakan pertemuan para pihak di Tangerang Selatan pada 8-10 Oktober 2021 dan lalu.

Kegiatan yang sama juga akan dilakukan Makassar pada 15-17 Oktober 2021 mendatang. Kedua kegiatan tersebut terselenggara atas dukungan dari Internews dan USAID MEDIA.

Tujuannya, agar kehadiran media dalam memberikan informasi dan sumber rujukan (clearing house) di tengah banjir informasi, terlebih saat ini, ketika begitu banyak mis dan disinformasi yang beredar di media sosial sehingga memperparah polarisasi di masyarakat.

Di sisi lain kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap media digital tidak seperti yang diharapkan. Berdasarkan laporan Digital News Report 2021 yang diluncurkan Reuters Institute, tingkat kepercayaan publik terhadap media secara global rata-rata meningkat 50 persen dari sebelum 40 persen, selama masa pandemi Covid-19.

Sedangkan di Indonesia, tingkat kepercayaan publik pada media yang hanya 39 persen, berada dibawa kepercayaan publik Hongkong, Malaysia, Jepang, Australia, Singapura dan Thailand.

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Wenseslaus Manggut, mengatakan langkah ini dilakukan agar kepercayaan publik terhadap media digital terus meningkat.

“Sebagai penjaga demokrasi, kepercayaan publik bagi media online sangat diperlukan, karena hal itu juga berdampak pada aspek bisnis keberlanjutan (sustainability) media digital ke depan,” kata Wenseslaus di Jakarta, Senin (11/10/2021) kemarin.

Ia juga menambahkan, langkah ini sejalan dengan upaya Kelompok Kerja Media Sustainability Dewan Pers yang terus meningkatkan kualitas media digital.

“Dewan Pers akan mengeluarkan regulasi baru agar ekosistem media digital semakin baik. Perumusan pedoman dan indikator ini merupakan jalan menyambut regulasi baru Dewan Pers tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan riset berbagai lembaga di tingkat internasional, saat ini menunjukkan semakin rendahnya kepercayaan publik pada media digital karena rendahnya pengetahuan publik tentang bagaimana cara kerja media, hal itu diperparah dengan buruknya transparansi media.

Karena itu proses perumusan indikator kepercayaan publik yang dilakukan AMSI juga mengundang organisasi masyarakat sipil dan agensi iklan yang selama ini aktif bersinggungan dengan media digital.

Hadir saat pertemuan di Tangerang Selatan yaitu Siti Juliantari Rachman (Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch/ ICW). AMSI juga mengundang Wahyu Susilo (Direktur Eksekutif Migrant Care), Kepala Newsroom Kantor Sekretariat Presiden Widiarsi Agustina, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz dan Managing Director Wavemaker Indonesia Amir Suherlan. Mereka menyampaikan pandangan dan masukan secara daring.

Selanjutnya, dalam pertemuan di Makassar, AMSI juga akan mengundang pemantik diskusi dari unsur perwakilan pemerintah lokal, pemerintah pusat, organisasi non pemerintah lokal serta akademisi. Kehadiran mereka diminta untuk menyampaikan indikator kepercayaan media digital berdasarkan perspektif masing-masing lembaga.

“Kehadiran narasumber eksternal ini sebagai bentuk komitmen untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak. AMSI akan membentuk Tim khusus untuk merumuskan panduan dan indikator kepercayaan media digital ini,” kata Sekjen AMSI Wahyu Dhyatmika.

Sementara itu Chief of Party Internews Eric Sasono, mengatakan Internews dan USAID melalui Program MEDIA menyatakan sangat mendukung upaya peningkatan kualitas Media, karena menurutnya, keberadaan media diperlukan untuk menjaga demokrasi.

“Perumusan trust Indicators ini menjadi cara untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus untuk mendukung model bisnis media digital,” ujarnya.

Penulis: Redaksi
Editor : Redaksi

Comments
Loading...