Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ditanya Dugaan Suap Jaksanya, Kajari Tanjungpinang Enggan Berkomentar

*Proses Hukum Kasus Korupsi Proyek Peningkatan Permukiman Kumuh Jalan Terus

Kepala Kejaksaan negeri Tanjungpinang Joko Yuwono bersama anggotanya di Kejari Tanjungpinang (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang Joko Yuhono, enggan berkomentar dan memberi keterangan pada Media atas dugaan suap oknum Kejaksaan, dalam penyidikan kasus dugaan Korupsi proyek Peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang.

Joko Yuhono beralasan, pihaknya tidak berwenang memberi keterangan karena kepala Kejaksaan Tinggi sudah memberi keterangan Pers.

“Pak Kajatikan sudah memberi keterangan pers. Masak saya mau mengomentari pernyataan pimpinan kualat nanti aku,” kata Joko saat dikonfirmasi PREMEDIA.ID, Selasa (12/10/2021).

Disinggung mengenai tindak lanjut proses hukum terhadap terduga pelaku penyuap Jaksa dalam korupsi yang disidik, Joko mengatakan, hingga saat ini masih terus berlanjut.

“Masih berlanjut sudah beberapa orang saksi diperiksa, untuk jumlahnya saya tidak ingat,” pungkasnya.

Sebelumnya, oknum Jaksa penyidik kasus korupsi proyek Peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang diperiksa Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Kepri.

Musababnya, akibat ratusan lembar uang kertas nominal Rp100,000 dan Rp50,000 yang diduga dana Suap, berserakan di lantai ruangan nya.

Informasi yang diperoleh Media, ratusan lembar uang kertas yang berserakan itu, adalah milik salah seorang terperiksa dugaan korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang, yang saat itu dipanggil oknum Jaksa tersebut ke kantornya di Kejari Tanjungpinang.

Kedatangan terperiksa ke ruang Jaksa itu, dikatakan berkaitan dengan pemberiaan ratusan juta dana kepada oknum Jaksa di Kejari Tanjungpinang itu, agar kasus dugaan Korupsi-nya tidak dilanjutkan.

Namun ditengah perjalanan, kendati sudah memberi dana ratusan juta, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang tetap melanjutkan proses hukum dan meningkatkan status penyelidikan dugaan Korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis ke Penyidikan.

Terkait hal itu, Kejaksaan Agung RI menyatakan telah mengetahui dan memonitor pemeriksaan oknum Jaksa di Kejari Tanjungpinang yang dugaan menerima suap dalam penyidikan dugaan Korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang.

Diketahui bahwa Kejari Tanjungpinang telah meningkatkan status penyelidikan dugaan korupsi Proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang itu ke penyidikan. Namun demikian kejaksaan belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus korupsi yang disidik itu.

Proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang kota Tanjungpinang dengan anggaran Rp34.107.483.783,- merupakan Proyek Satuan tugas Kerja (Satker) Ditjen Permukiman Kementerian PUPR Pusat di Provinsi Kepri.

Proyek yang menelan nilai kontrak Rp.34 Miliar ini, dikerjakan oleh PT Ryantama Citrakarya Abadi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Istadi dan Iswanto selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Terkait Pemeriksaan Jaksa Kejari Tanjungpinang ini, Kepala Seksi penerangan (Kasipenkum) Kejati Kepri Jendra Firdaus menyatakan, oknum jaksa tersebut masih terus diperiksa.

“Masih didalami, nanti diinfokan lagi, masih pemeriksaan internal” ujar Jendra singkat.

Penulis: Redaksi
Editor : Redaksi

Comments
Loading...