Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jadi Calo Siswa Masuk IPDN, Terdakwa Vina Sebut Keterlibatan Ansori Pegawai BKN Pusat

Terdakwa Vina Saktiani saat diperiksa sebagai terdakwa, menyebut nama Ansori Pegawa BKN sebagai parnernya sebagai caloi siswa Masuk IPDN. (Foto:Roland/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terdakwa kasus Penipuan Calo mahasiswa masuk IPDN, Vina Saktiani mengaku selain mencaloi anak anggota DPRD Bintan juga pernah mencaloi 2 orang saudaranya dengan tarif Rp 300 juta per orang masuk IPDN.

Hal itu dikatakan Apratur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Tanjungpinang Vina Saktiani pada Mejelis Hakim dalam sidangan lanjutan pemeriksaan dirinya sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (13/10/2021).

“Dua orang saudara saya sendiri. Uang itu diminta untuk les Bimbel,” ungkanya.

Terdakwa juga mengatakan, yang meminta dana dan mengajarkan permintaan dana untuk les Bimbel itu adalah Orang BKN Pusat bernama Ansori.

“Pak Ansori orang BKN pusat yang mengajarkan soal untuk masuk IPDN itu,” kata mantan Lurah Tanjung Ayun Sakti kota Tanjungpinang ini.

Dengan dana Rp300 juta per orang yang diminta dan disetor kepada Pegawai BKN itu lanjut terdakwa, Dia berhasil masukan dua orang saudaranya menjadi Mahasiswa IPDN.

Sedangkan mengenai anak Tarmizi (Anggota DPRD Kabupaten Bintan-red) lanjut terdakwa, yang pertama kali menemui dirinya Tarmizi.

“Bukan saya yang menyampaikan, bukan untuk menyakinkan mereka, tapi mereka (Tarmizi-red) yang mengaku pernah mendengar dan mendatangi saya,” papar Vina.

Dari pertemuaan itu lanjutnya, Tarmizi menyetujui penyerahan dana Rp 300 juta untuk digunakan sebagai biaya Les Bimbel, kemudian biaya keberangkatan dari Batam, Sewa tempat tinggal selama satu bulan untuk mengikuti tes dan biaya pulang ke Batam.

“Saat itu pak Tarmizi yang ngajak ketemu, beliau langsung mengiyakan dan mengajak untuk bertemu esok harinya,” pungakasnya.

Sebelumnya, Jaksa penuntut Umum mendakwa Vina Saktiani dengan pasal 378 KUHP dalam dakwaan kesatu serta pasal 372 KUHP dalam dakwaan kedua atas dugaan kasus penipuan masuk IPDN.

Penipuan ini berawal ketika terdakwa menawarkan kepada oknum anggota DPRD Bintan Tarmizi, agar memasukan anaknya dalam penerimaan siswa IPDN dengan uang pengurusan Rp300 juta.

Atas tawaran itu, Tarmizi menyetujui dan menyatakan akan menyerahkan uang pengurusan itu kepada terdakwa. Namun ketika anak korban mengikuti Ujian Teknis Kemampuan Dasar (TKD) di Tanjungpinang, anak anggota DPRD itu dinyatakan tidak lulus.

Namun oleh terdakwa mengatakan,kalau anak korban nanti bisa diluluskan lewat jalur belakang setelah mengikuti pelantikan siswa
Terdakwa, juga meminta agar korban dan anaknya berangkat ke Bandung menemui seseorang di kampus IPDN.

Atas arahan itu, selanjutnya korban dan anaknya berangkat dan mendatangi kampus IPDN di Bandung. Sementara terdakwa yang saat itu berada di Tanjungpinang, meminta korban dan anaknya untuk menunggu arahan.

Tetapi setelah menunggu di Kampus IPDN, Terdakwa mengabarkan jika anaknya untuk sekarang tidak bisa masuk, tetapi tunggu nanti pada saat siswa telah mengikuti pendidikan dasar di Akpol dan siswa IPDN kembali ke barak, Baru anak korban dikatakan akan disisipkan.

Namun kenyataanya hingga 2 bulan kemudian anak korban tetap tidak bisa masuk IPDN. Atas kejadian itu, selanjutnya korban merasa kesal dan melaporkan terdakwa ke Polisi dengan laporan penipuan atas apa yang dijanjikan Terdakwa tidak bisa direalisasikan, dan Polisi menetapkan ASN Pemko Tanjungpinang Vina Saktiani sebagai tersangka Penipuan.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...