Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Disparbud Bintan Minta Pemerintah Pusat Tiadakan Karantina Bagi Wisman Singapura ke Lagoi

Kepala Disparbud Bintan, Wan Rudi. (Foto : Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bintan berharap pemerintah pusat membuka jalur wisatawan Singapura ke Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Bintan.

Kepala Disparbud Bintan Wan Rudi Iskandar, mengatakan Kawasan Pariwisata Lagoi sudah siap menerima wisman dari Singapura. Dan segala fasilitas yang dibutuhkan di masa pandemi Covid-19 disana juga sudah tersedia dengan lengkap.

Kemudian pihak pengelola Kawasan Pariwisata Lagoi juga sudah berkali-kali melakukan simulasi prokes, vaksin dan lainnya mulai dari Terminal Ferry Bandar Bentan Telani (BBT) sampai ke hotel-hotel.

“Tim dari Bali aja kemaren studi ke Bintan untuk mempelajari penerapan protokol kesehatan (Prokes) di Lagoi,” ujar Wan Rudi, Rabu (13/10/2021) kemarin.

Selain itu, ia juga meminta, pemerintah pusat segera mengupayakan untuk melakukan kerjasama Goverment to Goverment (G to G) dengan Singapura agar wajib Karantina ditiadakan bagi wisman dari Singapura yang berkunjung ke Lagoi.

Sebab, wisman dari Singapura itu katanya tidak lama jika berada di Lagoi dan rata-rata berkunjung dengan waktu singkat (Short Term Tourism). Jadi, mereka tidak tepat atau tidak cocok diberlakukan Karantina apalagi sampai isolasi selama 3-5 hari.

“Singapura itu short term tourism jadi gak cocok pakai Karantina. Seperti Korea dan Jepang juga yang dikarantina 5 hari di Bali. Jadi kita berharap agar wisman yang masuk dari Singapura ke Lagoi masuk dalam perjanjian dengan negara kita tidak pakai karantina lagi,” jelasnya.

Sedangkan untuk syarat lainnya lanjut Wan Rudi, harus dipenuhi seperti dalam skema Vaccinated Travel Lane (VTL). Bagi wisman yang masuk ke Lagoi hanya yang sudah divaksin 2 kali. Kemudian, diwajibkan melakukan tes swab PCR dan menaati protokol kesehatan (Prokes).

“Secara tindakan jika ada wisman yang positif di Lagoi maka diisolasi di ruang isolasi yang sudah disiapkan di sana. Kemudian baru dirujuk ke RSUP RAT Batu 8. Dan jika wisman ingin dirawat di Singapura juga tersedia angkutan speed yang siap mengantar ke Singapura langsung,” katanya.

Disamping itu, Wan Rudi menambahkan, soal tanggungan asuransi kesehatan sebesar US$ 100 ribu yang juga menjadi syarat, hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui secara pasti bagaimana penerapannya. Sebab, petunjuk teknisnya (Juknis) hingga saat ini belum ada.

Dirinya berharap semuanya dapat dijalankan sesuai pembahasan yang dahulu bersama lintas kementrian terkait travel bubble agar Singapura dimasukkan dengan Kepri.

“Mudah-mudahan wisata kita akan lebih bangkit lagi hotel bisa operasional lagi dan karyawan bisa bekerja lagi,” ucapnya.

Penulis : Hasura
Editor : Redaksi

Comments
Loading...