Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kejati Kepri Tetapkan Ferdi Yohanes Tersangka Korupsi dan TPPU IUP-OP Tambang Bauksit

Sidang 12 terdakwa Korupsi penyelahgunaan IUP-OP Tambang Bauksit dilaksaanakan secara Daring di PN Tanjungpinang.(Dok-Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan tinggi Kepri menetapkan Ferdi Yohanes (FY) tersangka dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Tambang Bauksit.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Heri Setyono melalui Kepala seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Jendra Firdaus mengatakan, Penetapan tersangka Ferdy Yohanes dilakukan sebagai kasus lanjutan dari korupsi IUP-OP Tambang Bauksit di Bintan.

“Lanjutan dari Kasus IUP-OP tambang, kita sudah menetapkan tersangka atas nama FY (Ferdi Yohanes-red),” ujar Jendra Firdaus, Kamis (14/10/2021).

Pada Hari Rabu (13/10/2021) kemarin lanjutnya, yang bersangkutan (Fy-red) juga sudah diperiksa Jaksa penyidik tindak pidana khusus sebagai tersangka.

Namun demikian, ketika ditanya apakah penyidik kejaksaan melakukan penahanan pada tersangka Fy, Jendra Firdaus belum memberi tanggapan.

Di tempat terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Heri Setyono yang juga berusaha dikonfirmasi atas penetapan tersangka lanjutakan kasus Korupsi IUP-OP ini belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, Fredy Yohanes adalah saksi pada 12 Terdakwa Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit di kabupaten Bintan. Namun dalam fakta persidangan terungkap, Bos PT.Gunung Sion di Bintan ini, mengaku sebagai pemilik lahan dari sejumlah pulau yang telah dikeruk (ditambang-red) sejumlah terdakwa korupsi Tambang itu di Bintan.

Pada persidangan 12 terdakwa Korupsi IUP-OP tambang sebelumnya, Ferdy Yohanes sebagai bos PT.Gunung Sion mengakui menerima dana penyewaan dari sejumlah Terdakwa senilai Rp.7,5 miliar.

Sementara dari data kehutanan di Bintan, sejumlah lahan pulau yang diklaim Fredy Yohanes sebagai lahan miliknya dan telah dikeruk (ditambang-red) sejumlah terdakwa itu adalah lahan hutan lindung yang ditetapkan berdasarkan TGHK 1986 provinsi Riau.

Dari fakta persidangan itu, selanjutnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menyita uang dari Ferdy Yohanes senilai Rp.7,5 miliar. Sementara status Ferdi Yohanes saat itu masih sebagai saksi.

Penyitaan itu dilakukan Kejati Kepri dari Bank BRI Cabang Tanjungpinang atas penyetoran yang dilakukan saksi Ferdy Yohanes ke Rekening Penampung RPL Kejati Kepri di bank tersebut Rabu, (17/3/2021).

Kepala Kejaksaan tinggi Hari Setiyono saat itu mengatakan, barang bukti uang senilai Rp7,5 miliar dari Ferdi Yohanes dalam perkara dugaan Korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) Tambang Bauksit di Bank itu dilakukan penyitaan atas penetapan Hakim PN Tanjungpinang.

Kendati sebagai saksi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri juga menyita uang senilai Rp.7,5 miliar dari Ferdy Yohanes. Penyitaan itu dilakukan Kejati dari Bank BRI Cabang Tanjungpinang atas penyetoran yang dilakukan saksi Ferdy Yohanes ke Rekening Penampung RPL Kejati Kepri.

Dalam kasus korupsi IUP-OP Tambang Bauksit tahap I di Bintan ini, Kejaksaan Tinggi Kepri sebelumnya telah menetapkan 12 tersangka. Ke 12 tersangka ini terdiri dari mantan Kepala dinas ESDM Kepri, Kepala DPMPTSP Kepri, serta 10 orang direksi perusahaan yang tidak bergerak dibidang pertambangan.

Ke 12 tersangka korupsi IUP-OP tambang ini, juga telah divonis mulai dari 3-12 tahun penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang karena terbukti bersalah, menyalahgunakan jabatan untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain dalam pengeluaran IUP-OP tambang bauksit di Bintan.

Ke 12 terdakwa itu dinyatakan Hakim PN terbukti melanggar pasal 2 Juncto Pasal 18 nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KUHP dalam dakwaan Primer.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...