Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ditetapkan Tersangka Korupsi dan TPPU, Kejati Kepri Belum Tahan Ferdi Yohanes

Anggota DPRD Bintan M.Yatir bersama Ferdi Yohannes saat diperiksa sebagai saksi  terhadap 12 terdakwa korupsi IUP-OP Tambang Bauksit di PN Tanjungpinang. (Foto:Dok-Presmedia.id)  

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi IUP-OP tambang dan TPPU, Ferdi Yohanes masih bebas berkeliaran.

Hal itu disebabkan penyidik Kejaksaan Tinggi Kepri, belum melakukan penahanan setelah sebelumnya ditetapkan dan diperiksa sebagai tersangka.

Kepala seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Jendra Firdaus mengatakan, terhadap tersangka Fy (Ferdi Yohanes) belum dilakukan penahanan.

Mengenai alasan belum ditahan, Jendra mengaku belum mengetahui dan akan mengkonfirmasi penyidik dahulu.

“Nanti saya tanya Penyidiknya dulu, biasanya dengan pertimbangan Berkas belum rampung, dan sepanjang yang bersangkutan kooperatif,” ujarnya Jumat (15/10/2021).

Sebelumnya, Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepri menyatakan telah menetapkan Ferdi Yohanes sebagai Tersangka dugaan korupsi dan Pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas penyalahgunaan IUP-OP tambang Bauksit di Bintan.

Penetapan tersangka Ferdy Yohanes dilakukan sebagai lanjutan dari kasus korupsi IUP-OP Tambang Bauksit yang menjerat 12 tersangka.

Setelah  ditetapkan sebagai tersangka, Penyidik Kejati Kepri juga telah memeriksa Ferdi Yohanes sebagai tersangka pada Rabu (13/10/2021) lalu.

Ferdi Yohanes sendiri merupakan Bos PT.Gunung Sion di Bintan, yang sebelumnya menerima dana sewa lahan lokasi penambangan Bauksit dari sejumlah Terdakwa senilai Rp.7,5 miliar .

Sementara dari data kehutanan di Bintan, sejumlah lahan pulau yang diklaim Fredy Yohanes sebagai lahan miliknya dan telah dikeruk (ditambang-red) sejumlah terdakwa, ternyata adalah lahan hutan lindung yang ditetapkan berdasarkan TGHK 1986 provinsi Riau.

Dari fakta persidangan itu, selanjutnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menyita uang dari Ferdy Yohanes senilai Rp.7,5 miliar. Sementara status Ferdi Yohanes saat itu masih sebagai saksi.

Penyitaan itu dilakukan Kejati Kepri dari Bank BRI Cabang Tanjungpinang atas penyetoran yang dilakukan saksi Ferdy Yohanes ke Rekening Penampung RPL Kejati Kepri di bank tersebut Rabu, (17/3/2021).

Kepala Kejaksaan tinggi Hari Setiyono saat itu mengatakan, barang bukti uang senilai Rp7,5 miliar dari Ferdi Yohanes dalam perkara dugaan Korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) Tambang Bauksit di Bank itu dilakukan penyitaan atas penetapan Hakim PN Tanjungpinang.

Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...