Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Singapura Larang Warganya ke Indonesia, Pariwisata Kepri Mati Suri

*Ansar : Kebijakan Pusat Buka Pintu Wisman Tidak Berdampak ke Wisata Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad (Foto: Dokumentasi/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kebijakan Pusat yang melarang Warga Negara Singapura masuk ke Indonesia merugikan Industri dan Pariwisata Kepri.

Atas hal itu, Pemerintah provinsi Kepri mengatakan, kebijakan pemerintah Pusat membuka pintu masuk wisman ke Indonesia itu tidak berdampak pada sektor pariwisata di Provinsi Kepri.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, Sektor wisata Kepri selama ini didominasi wisatawan asing dan WNA dari Singapura melalui jalur laut.

“Jadi, walaupun dibuka, Kalau Wisman dan WNA dari Singapura tidak diperbolehkan masuk. Kunjungan Wisman ke Kepri tetap tidak akan ada,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Kamis (14/10/2021) kemarin.

Selain pusat tidak mengijinkan Wisman dan WNA Singapura lanjut Ansar, Pemerintah Singapura juga tidak memasukan Indonesia sebagai negara yang bisa dikunjungi Warga Negaranya.

“Oleh karena itu, saat ini kami juga masih terus berupaya meyakinkan pemerintah pusat maupun ke Singapura. Karena Singapura juga tidak memasukan kita (Indonesia-Red) dalam daftar kunjungan WNA-nya. Namun, masih ada waktu untuk membicarakan antara pemerintah dan Singapura,” kata Ansar.

Oleh karena itu, Ansar berharap, ada kebijakan bersama antara Indonesia dan Singapura untuk pembukaan pintu Masuk dan Keluar Wisatawan ini, khususnya ke kawasan Pariwisata di Kepri hingga dapat menerima wisman kembali.

Sebelumnya pemerintah Pusat telah membuka pintu masuk wisman dan Warga Negara Asing dari 19 negara ke Indonesia.

Sementara dua negara tetangga terdekat Kepri Singapura dan Malaysia tidak termasuk ke 19 negara yang WNA dan wisatawan yang bisa masuk ke Indonesia.

Selain itu, akses kedatangan Wisman melalui penerbangan langsung dari 19 Negara yang diperbolehkan pusat berkunjung ke Indonesia, selama ini juga sangat minim.

Atas kebijakan ini, Ansar juga mengaku terus berupaya, agar kunjungan wisman luar negeri ada yang masuk melalui bandara Internasional RHF Tanjungpinang dan Hang Nadim Batam melalui penerbangan langsung.

Meski, potensi kunjungan wisman dari pintu udara ke Kepri tidak terlalu signifikan, namun hal tersebut dapat menjadi pendorong dibukanya pintu masuk lainnya.

“Untuk pintu masuk bandara, akan kita upayakan adanya pembicaraan sebagai mana sebelum pandemi, juga sempat ada penerbangan langsung dari Cina, dan dari Taiwan ke Bandara Batam,” sebutnya.

Di samping itu, Ansar menambahkan, Pemprov Kepri juga mengusulkan sejumlah kelonggaran aturan terkait penerimaan wisman di Kepri. Seperti, karantina wisman yang sebelumnya ditetapkan 5 hari menjadi 3 hari dan swab PCR hanya dilakukan 2 kali saja, saat datang dan pulang ke negara asal.

Ia menyebut, dengan adanya kelonggaran tersebut akan menarik minat wisman, mengingat para wisatawan tersebut datang ke Kepri untuk berwisata.

“Kita usulkan itu kepada pemerintah pusat, agar ketika lama karantina nya dipersingkat, maka mereka bisa ada waktu lebih panjang berlibur,” imbuhnya.

Penulis : Ismail
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...