Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ditanya Penggunaan Dana Reffocusing APBD Rp27,7 M, Kadiskes Kota Tanjungpinang Enggan Berkomentar

Kepala dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Elfiani Sandri (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kepala dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Elfiani Sandri enggan berkomentar mengenai realisasi dan penggunaan dana refocusing Rp.27,7 miliar dari APBD 2021 di Dinas Kesehatan.

Saat dikonfrimasi Media, Elfiani mengaku belum dapat memberi keterangan. Alasanya, dia sedang sibuk dan ditunggu rapat di Dinas Kesehatan kota Tanjungpinang.

“Saya belum bisa ini ya, mohon maaf ya, Saya mau rapat di kantor, sudah ditunggu,” katanya saat dikonfirmasi usai acara BPJS Kesehatan Tanjungpinang di Hotel Nite and Day jalan Bintan Kota Tanjungpinang, Kamis (14/10/2021).

Sebagaimana diketahui, dari Rp.36 miliar lebih dana refocusing APBD 2021 kota Tanjungpinang, Rp.27,765 Miliar diperuntukan bagi dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, RSUD dan sejumlah Puskesmas di kota Tanjungpinang untuk penanganan Covid.

Alokasi anggaran APBD 2021 itu, digunakan untuk 20 kegiatan di dinas kesehatan, RSUD termasuk anggaran untuk 4 Puskesmas di kota Tanjungpinang.

Namun dari total besaran anggaran yang diperoleh, lebih banyak digunakan untuk honorarium, Uang harian Perjalanan dinas, Makan dan minum, serta untuk pengadaan kue mue sapat.

Dari data yang diperoleh Media, Uang harian Perjalanan dinas dalam Negeri dalam kota dialokasikan untuk 2.496 orang per hari, dengan besaran asumsi per orang/hari Rp100 ribu, total anggaraya pun mencapai Rp 249 juta.

Selain itu, ada juga biaya perjalanan dinas dalam kota untuk petugas pengelola limbah Covid, dengan uang Harian Perjalanan dinas bagai 200 orang.

Selain itu ada juga Honorer Pengelolaan surveilans kesehatan sebesar Rp1.008 Miliar yang diperuntukan bagi Tenaga Penunjang kegiatan pencegahan dan penanganan Covid.

Uang harian Perjalanan dinas dalam kota untuk 3.600 orang dengan dana Rp 360 juta.

Dalam sektor pengelolaan upaya kesehatan, juga disediakan anggaran Rp8.316 Miliar yang diperuntukan membeli bahan bakar, Lotion Anti Nyamuk, Makan dan minum serta pengadaan Snack dan Kudapan.

Sektor pemenuhan kebutuhan SDM kesehatan Standar, Pemko Tanjungpinang juga mengalokasikan anggaran untuk Rp9.420 Miliar untuk insentif Bidan, perawat, Dokter Spesialis, dokter umum serta Tenaga penunjang Medik, Dokter Puskesmas serta tenaga keperawatan.

Dalam pengendalian dan pengawasan penerbitan sertifikat laik hygiene sanitasi tempat pengelolaan makanan di bidang kesehatan, juga dialokasikan anggaran honor ditambah uang perjalanan dinas dalam kota  senilai Rp60 juta.

Selain itu, dinas Kesehatan kota Tanjungpinang juga menyediakan anggaran Operasional Pelayanan Kesehatan untuk 6 Puskesmas di kota Tanjungpinang yang masing-masing Rp 445 sampai dengan Rp 500 juta.

Sedangkan untuk dana penyediaan peralatan di Rumah sakit, hanya dialokasikan Rp 242 juta, Sementara Honor untuk pelayanan Umum Rp.576 juta.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi 

Comments
Loading...