Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pemprov Kepri Sayangkan Sikap Bandara Hang Nadim Batam Tidak Dukung Program Pusat

*Hang Nadim Batam Tidak Mau Siapkan Fasilitas TCM Untuk Wisman dan PMI 19 Negara

Bandar Udara Hang Nadim Batam Provinsi Kepri (Foto:istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah provinsi Kepri menyayangkan, sikap Bandara Hang Nadim, yang tidak mendukung program pusat dalam program travel buble atau pembukaan akses masuk penerbangan Wisman dan PMI dari 19 Negara sebagaimana yang ditetapkan Pusat.

Hal itu terlihat dengan tidak adanya persiapan sarana dan prasarana seperti alat TCM, sebagai syarat penting dalam pembukaan Travel buble, masuknya Wisman dan Warga Negara Asing (WNA) pada Bandara yang ditunjuk pemerintah pusat dari 19 Negara.

Kepala dinas Perhubungan Kepri, Junaidi mengatakan, Bandara Hang Nadim dibawah pengelolaan BP Batam seharusnya mendukung program Travel buble sebagaimana yang telah diputuskan Pusat dengan mempersiapkan segala fasilitas dan sarana prasarananya yang dibutuhkan.

“Pemerintah Provinsi Kepri dalam hal ini akan tetap melakukan pengawasan melalui Satgas Covid-19,” kata Junaidi, Minggu (17/10/2021).

Ia juga mengatakan, untuk mensukseskan program travel buble yang diyakini akan mampu menjadi sumbu hidupnya kembali pariwisata itu, diperlukan kerjasama semua pihak. Baik pemerintah kabupaten/kota dan perangkat daerah terkait.

“Masing-masing bekerja sesuai dengan kapasitasnya berdasarkan tupoksi masing-masing. Untuk bandara apa yang harus disiapkan agar segera dilakukan, begitu juga di pelabuhan hingga ke area wisata yang menjadi tujuan. Jadi tidak ada siapa menunggu apa yang harus dibuat. Begitu pesan Gubernur,” kata Junaidi.

Dengan penunjukan Bandara Hang Nadim Batam yang melayani wisman dan PMI itu, lanjut Junaidi harusnya dibutuhkan kesiapan bandara dan pelabuhan yang menjadi akses utama keluar dan masuknya turis mancanegara itu.

Persiapan sejumlah fasilitas alat-alat penunjang protokol kesehatan seperti alat Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai pengganti PCR dan lainnya.

Sebagaimana di ketahui, dalam program travel bubble di Kepri, pemerintah pusat telah memutuskan Bali dan Kepri sebagai akses masuk Wisman dan WNA melalui Bandara.

Bandara Hang Nadim Batam dan Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang juga ditunjuk sebagai Bandara yang dapat menerima kedatangan Wisman dengan penerbangan langsung dari Luar Negeri.

Sedangkan pelabuhan laut yang ditetapkan adalah Kawasan pelabuhan Nongsa Batam Puri Batam untuk wisman dan PMI, Pelabuhan Batam Centre untuk melayani PMI dan pelabuhan BBT Lagoi melayani Wisman.

Melalui keputusan itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meminta semua manajemen bandara dan pelabuhan yang ditunjuk sebagai akses masuk Wisman dan WNA ke Kepri itu untuk menyiapkan seluruh fasilitas dalam menyambut kedatangan wisman tersebut ke Kepri.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan ada 19 negara yang nantinya diizinkan masuk ke Indonesia melalui Bandara yang ditunjuk.

Negara-negara tersebut meliputi Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Daftar 19 negara yang masuk ke Indonesia ini hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).

Untuk di Kepri, Bandara Hang Nadim yang berada di Kota Batam, dan satu lagi Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Untuk Bandara RHF Tanjungpinang, ujar Junaidi, saat ini General Manager (GM) Angkasa Pura ll Tanjungpinang sedang melakukan koordinasi dengan Bandara Soekarno Hatta dan Bandara di Bali, agar mengetahui pola dan prosedur yang dilakukan.

“Saya baru menghubungi GM-nya, saat ini pihak Angkasa Pura ll Tanjungpinang sedang melakukan koordinasi dengan Bandara Soekarno Hatta. Besok mereka akan ke Bandara di Bali, guna melihat langsung bagaimana prosedur dan kesiapan fasilitas disana,” ucap Junaidi.

Pelaku perjalanan dari 19 negara tersebut diatas dapat masuk ke Bali dan Kepri dengan syarat yang sudah disepakati, seperti melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi lengkap dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan yang dibuat dalam Bahasa Inggris, serta memiliki hasil TCM sebagai pengganti PCR. Setelah sampai ke Bali dan Kepri, Wisaman tersebut juga akan melakukan proses karantina.

“Pada intinya kita semua telah sepakat travel buble ini segera dibuka. Dan sekali lagi Gubernur minta kerjasama kita semua, terutama pengelola pelabuhan dan bandara yang jadi akses utama keluar dan masuk wisman,” tegas Junaidi.

Melanjutkan arahan Gubernur, Junaidi juga menegaskan jika dibukanya kunjungan wisman untuk Kepri, karena Kepri dinilai sudah layak untuk ini.

Didukung dengan data dan fakta di lapangan, seperti capaian vaksinasi yang sudah mencapai 87 persen, menurunnya BOR, kasus terkonfirmasi positif harian dan sebagainya.

“Kalau belum layak tentu Pemerintah pusat tidak mengizinkan 19 negara ini masuk ke Kepri. Capaian vaksinasi 87 persen itu sudah cukup tinggi, sisanya yang belum vaksin karena memang ada yang tidak bisa di vaksin karena sakit dan sebagainya,” pungkasnya.

Terkait dengan pernyataan provinsi Kepri ini, Pihak manajemen Bandara hang nadim Batam, belum dapat memberi keterangan, upaya konfirmasi masih masi kepada pihak manajemen masih diupayakan.

Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...