Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kakak Beradik Ini Kompak Berbisnis Narkoba Di Tanjungpinang

Sidang lanjutan Kasus Narkoba dengan Terdakwa Adik Beradil Nazaruddin dan Nasri bersama rekanya terdakwa Ezra Yonda Falevi saat sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang (Foto:Roland/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Dua Kakak beradik terdakwa Nazaruddin dan Nasri, kompak berbisnis jual beli narkoba jenis sabu-sabu di Tanjungpinang.

Hal itu terungkap dari keterangan kedua terdakwa dan rekanya Ezra Yonda Falevi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (18/10/2021).

Kepada majelis Hakim terdakwa Nazaruddin dan Nasri yang merupakan kakak beradik mengaku ditangkap Polisi bersama rekannya Ezra Yonda.

Terdakwa Ezra mengaku, ditangkap di rumah temannya saat ingin mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Dan saat ditangkap, tiba-tiba terdakwa Ezra datang menggunakan mobil Toyota Agya ke lokasi di Kost Sakera Jalan A. Rahman Hakim Gang Gatra Kelurahan Tanjung Ayun Sakti Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang.

“Kami ditangkap sekitar pukul 18.30 WIB, Jumat(21/3/2021) lalu. Saat ditangkap ditemukan 5 paket sabu-sabu 3 gram serta timbangan dan handphone Oppo di dasbor mobil,” kata Ezra.

Terdakwa Ezra juga mengaku narkoba yang diamankan Polisi itu, dibeli dari terdakwa Nasri senilai Rp4,3 juta.

“Transaksinya kami lakukan dengan cara di campak di depan SMA Pembangunan Kota Tanjungpinang,” sebutnya.

Ketika ditanya Hakim apakah narkoba itu untuk dijual atau tidak? Ezra dan Nasril berdalih kalau Narkoba yang  dimiliki hanya untuk dikonsumsi sendiri dan tidak untuk dijual. Terdakwa Nasri juga membenarkan apa yang dikatakan terdakwa Ezra.

Kepada majelis hakim Ezra juga mengaku, sebelum menjual ke Nasri narkoba itu dibelinya dari seseorang dengan berat 12,5 gram senilai Rp7 juta.

“Saya untung Rp2 jutaan kalau terjual,” kata Nasri lagi.

Sementara terdakwa Nazaruddin sebagai abang Nasril, mengaku hanya membantu adiknya untuk melempar narkoba jenis sabu itu di depan SMA Pembangunan dengan menggunakan ojek.

“Saya hanya disuruh untuk mengambil dan mencampakkan aja. Barang saya ambil di TCC Mall, dan mencampakkannya di depan SMA Pembangunan dan imbalannya hanya diberi bagian untuk konsumsi narkoba aja,” ujarnya.

Sialnya, ketika saat menggunakan narkoba sabu upah yang diberikan adikya dari bisis Narkoba itu, Nazaruddin dan Nasril ditangkap Satres Narkoba sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (21/5/2021).

Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim Eduart MP Sihaloho serta didampingi Majelis Hakim, menunda persidangan selama satu pekan dengan memerintahkan JPU Andriansyah untuk mengajukan tuntutan.

Dalam dakwaan JPU ketiga terdakwa didakwa dalam dakwaan Primair melanggar pasal 114 ayat 2 Jo 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Selain itu dalam dakwaan subsider melanggar pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...