Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Buka Tahun Depan, Pabrik PT.IGCL di Bintan Butuh Ratusan Tenaga Kerja

Lokasi Pabrik Pengolahan Kelapa PT.Indo Gemilang Coconut Lestari (IGCL) saat ini sedang dikerjakan di Kawasan Industri BIIE Lobam-Bintan (Foto:Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Dunia industri di Kabupaten Bintan mulai menggeliat. Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang makanan PT.Indo Gemilang Coconut Lestari (IGCL), direncanakan akan buka dan mulai melakukan operasional 2022 mendatang.

Pabrik yang berdiri di Kawasan Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam ini, kini sedang proses pembangunan dan ditargetkan akan selesai akhir 2021. Dan jika beroperasi akan membutuhkan ratusan tenaga kerja.

General Manager GM PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Aditya Laksamana, mengatakan PT IGCL yang bergerak di bidang pengelolaan kelapa menanamkan investasi baru di Kawasan BIIE Lobam.
.
“Nilai investasi dari pabrik ini sekitaran Rp 100 miliaran lah,” ujar Aditya di Lobam, kemarin.

PT IGCL lanjutnya merupakan grup atau company dengan PT Bionesia Organic Foods (BOF) yang juga bergerak di bidang pengelolaan kelapa. Bedanya, PT IGCL pengelolaan makanan dari kelapa utuh dan seratnya bisa dibuat beraneka ragam barang seperti jok kursi pesawat.

“Lalu airnya dibuat produk lain begitu juga isi kelapa bisa dibuat santan,” jelasnya.

Saat ini lanjutnya, Operasional pabrik perusahaan itu dalam tahapan penyelesaian pembangunan dan direncanakan akan rampung pada akhir tahun ini dan selanjutnya akan mendatangkan alat-alat untuk produksinya.

Ditargetkan Februari atau Maret tahun depan pabrik ini sudah mulai operasi dan berproduksi.

Untuk pangsa pasarnya tetap sama yaitu ke Eropa namun tidak menutup kemungkinan juga menjelajah nusantara.

“Kalau untuk pangsa pasar nusantara akan dihadirkan melalui Indomaret. Karena pabrik ini masih satu grup dengan Indomaret,” katanya.

Hadirnya pabrik ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah saja. Tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Karena pabrik yang berdiri diatas lahan 1 hektar di Kawasan BIIE Lobam ini, juga membutuhkan tenaga-tenaga kerja yang mampu mendukung kemajuan produksi.

“Untuk tenaga kerja tentunya terlebih dulu diutamakan warga lokal. Estimasi rekrutmen tahap pertama sampai 200-an tenaga kerja. Kemudian jika nanti berkembang akan tambah tenaga kerja lagi,” ucapnya.

Penulis: Hasura
Editor : Redaksi

Comments
Loading...