Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi di BUMD Lingga, Risalasi dan Afrizon Segera Disidang di PN Tanjungpinang

Sidang virtual Terdakwa Risalasi  dalam korupsi DJIP- BUMD Bintan tahun 2016 dan 2019, di PN Tanjungpinang, Senin (26/7/2021). (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terpidana korupsi BUMD Bintan, Risalasi (Rl) akan kembali disidang di PN Tanjungpinang.

Terdakwa Risalasi akan disidang bersama terdakwa Efrizon Nazri (En) atas dugaan korupsi dana pengadaan barang di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT.PSM Kabupaten Lingga.

Berkas kedua terdakwa saat telah dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Kepri ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang pada Selasa (19/10/2021) lalu.

Keduanya, disangka melakukan tindak pidana korupsi di Perusahaan BUMD Lingga hingga merugikan keuangan negara Rp3.090.726.183,-.

Kejaksaan Tinggi Kepri yang dikonfirmasi mengenai pelimpahan Berkas perkara ini, juga membenarkan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri melalui Kepala Seksi penerangan hukum Hukum Kejati Kepri Jendra Firdaus, mengatakan dua berkas perkara tersangka saat ini sudah dilimpahkan Jaksa Penuntut Kejaksaan ke PN Tanjungpinang.

Ditempat terpisah Humas PN Tanjungpinang Sacral Ritonga membenarkan telah menerima dua berkas perkara tersangka Korupsi tersebut dari Kejaksaan Tinggi Kepri.

“Berkasnya sudah dilimpah dan diterima PN dari Kejati Kepri,” kata Sakral saat dikonfirmasi PRESMEDIA.ID, Senin (21/10/2021).

Saat ini lanjutnya, ketua PN Tanjungpinang, juga telah menunjuk majelis hakim yang akan memeriksa berkas perkara ke dua tersangka korupsi tersebut.

Majelis Hakim yang ditunjuk untuk memeriksa berkas kedua Tersangka adalah hakim Eduart M.P.Sihaloho didampingi Hakim adhoc tipikor Albiferri dan  Syaiful Arif.

“Sidang pertamanya dijadwalkan pada Selasa 26 Oktober 2021 mendatang,” Jelas Scaral.

Sebelumnya, kedua Risalasi dan Efrizon Nazri ditetapkan penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri sebagai Tersangka dugaan Korupsi pengadaan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan di BUMD Lingga.

Tersangka Risalasi selaku direktur PT.PSM meminta Efrizon Nazri selaku direktur PT.PIM membuat perhitungan dana untuk pengadaan mesin dan alat untuk proses pembuatan tepung ikan.

Atas perintah itu, selanjutnya Efrizon Nazri membuat alokasi untuk pembeliaan barang tersebut Rp3.090.726.183. Selanjutnya, Risalasi sebagai direktur BUMD PT.PSM Lingga, mengeluarkan pembeliaan batang tersebut dari BUMD.

Atas pembeliaan barang itu, Efrizal mendapat fee dari barang yang dibeli sebesar rp150 juta.

Namun dari penyelidikan Polisi terungkap, barang mesin dan alat untuk proses pembuatan tepung ikan yang dibeli dengan dana PT.PSM BUMD Lingga itu, tidak sesuai dengan spesifikasi, hingga mengakibatkan kerugian negara.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi    
Comments
Loading...