Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Empat Ribu Rumah Warga Kurang Mampu di Kepri Akan Dialiri Listrik Tahun Ini

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi. (Foto: Ismail/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan 4 ribu rumah tangga kurang mampu di Kepri akan menerima sambungan listrik 2021 ini.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) Provinsi Kepri Hendri Kurniadi, mengatakan penyambungan jaringan listrik pada rumah tangga kurang mampu di Kepri itu merupakan program Kepri Terang yang disejalankan dengan program listrik perdana di desa yang dilakukan oleh PLN Tanjungpinang.

“Melalui program ini hingga akhir tahun 2021 pemerintah menargetkan sebanyak 4.000 rumah tangga di Provinsi Kepri akan menerima manfaat penyambungan jaringan listrik ini,” ujar Hendri pada Jumat (22/10/2021).

Mekanisme pelaksanaan lanjut Hendri, ketika PLN di daerah tersebut sudah siap beroperasi, maka langsung dibantu dengan jumlah pelanggan yang akan disambungkan.

Namun untuk penganggaran sebut Hendri program tersebut tidak seluruhnya ditangani melalui APBD Kepri.

Namun, Pemprov Kepri bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan melalui dana program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Karena kapasitas anggaran di kita memang terbatas, maka kita siasati dengan berkolaborasi bersama perusahaan-perusahaan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR),” ungkapnya.

Dalam kerja sama dengan perusahaan pemilik CSR jelas Hendri, Pemerintah hanya sebagai fasilitator saja. Dan bagi perusahaan yang tertarik dengan program tersebut langsung berkomunikasi dengan pihak PLN.

“Artinya kita tidak mengelola langsung dana CSR nya, karena hubungannya adalah antara PLN dengan perusahaan terkait. Dalam hal ini, kami sebagai fasilitator saja,” sebutnya.

Pada 2022 mendatang lanjutnya, pemerintah akan kembali menyasar pulau-pulau berpenghuni yang berada di daerah terluar di Provinsi Kepri yang belum teraliri listrik.

Adapun kebijakan yang digunakan adalah melalui penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal.

“Kita berharap penyediaan energi ini ditangani langsung oleh PLN. Apalagi kualitas solar cell terus menunjukan kualitas yang baik, makanya kita yakin dengan sistem ini pulau-pulau terluar nanti bisa menikmati layanan listrik,” tutup Hendri Kurniadi.

Penulis : Ismail
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...