Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Sebanyak 74 WNA Pelanggar UU-RI di Rudenim Tunggu Dideportasi

Kepala Rudenim Tanjungpinang Kristian saat menggelar Presrilis Deportasi dua WNA Uganda dan Nigeria Ke Negaranya. (Foto:Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Sebanyak 74 Warga Negara Asing (WNA) pelanggar UU Keimigrasian RI, hingga saat ini masih diamankan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), menunggu pendeportasian ke negaranya masing-masing.

Kepala Seksi Pemulangan dan Deportasi Rudenim Tanjungpinang Kristian, mengatakan, ke 74 WNA itu, hingga saat ini masih menunggu kelengkapan administrasi dari negaranya untuk dideportasi.

Dari 74 WNA itu antara lain adalah, WN Vietnam sebanyak 42 orang, Myanmar 1 orang, Thailand 1 orang, Nigeria 12 orang, Mongolia 2 orang, Iran 1 orang, Urganda 2 orang, Pantai Gading 1 orang, Filipina 1 orang, USA 1 orang dan Falestina 1 orang.

“Kami terus melakukan upaya untuk pendeportasiaan melalui upaya diplomasi dengan kementeriaan luar negeri dengan duta besar dan negara bersangkutan,” kata Kristian belum lama ini.

Hingga saat ini lanjutnya, Rumah Detensi Imigrasi terus melakukan langkah dan pemeriksaan setiap setiap deteni, baik yang masih terkait dengan masalah hukum atau sudah selesai menjalani hukuman, dengan cara berkoordinasi dengan Kejaksaan.

“Selain itu, kita juga melakukan komunikasi terhadap perwakilan negara masing-masing WNA di Jakarta mengenai persiapan perjalanan deportasi, khusunya status keberadaan dan pelaksanan WNA tersebut,” ujarnya.

Selain itu, belum dilakukanya pendeportasiaan pada 74 WNA itu, juga disebebkan kendala biaya pemulangan, berkas keberangkatan, dan situasi Pamdemi Covid-19.

“Hingga saat ini juga masih ada Deteni yang belum melengkapi berkas perjalanan dari negaranya, sehingga belum dapat dipulangkan ke negara asalnya,” kata-nya.

Da sepanjang 2021, Rudenim Pusat Tanjungpinang telah mendeportasi 148 orang WNA ke negara asalnya masing-masing. Jumlah tersebut sudah termasuk dua orang WNA asal Uganda dan Nigeria yang dideportasi.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...