Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Fasum Olahraga di Lapangan Pamedan Tanjungpinang Tak Terurus

*Kadispora dan Perkim Saling Lempar Tanggung Jawab

Anggota Komunitas Basketball Tanjungpinang saat melakukan pengecatan tanda Garis Lapangan Basket Pamedan Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kinerja wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma dan jajarannya kembali dipertanyakan. Dalam 2 tahun Wali kota Hj.Rahma memimpin, tidak menunjukan adanya progres pembangunan yang dilakukan di kota Tanjungpinang.

Bahkan, sejumlah fasilitas umum dan olah raga yang sering digunakan masyarakat, saat ini terbengkalai dan tidak terurus akibat tidak dipelihara dan diperbaiki pemerintah kota Tanjungpinang.

Hal itu dikatakan Komunitas Basket Ball Selection Tanjungpinang atas kondisi dan rusaknya fasilitas olahraga lapangan Basket dan sarana olahraga lainnya di Lapangan Pamedan kota Tanjungpinang.

Ketua Komunitas Basket Selection Tanjungpinang Reza, mengatakan selama 2 tahun lapangan olah raga Basket di Pamedan itu, belum pernah ada perbaikan dan perawatan dari Pemko Tanjungpinang.

“Sudah dua tahun kami main disini, selama itu tidak pernah ada perbaikan dan perawatan. Demikian juga sejumlah Pasum dan tempat Olahraga lainnya yang ada di Pamedan,” kata Reza saat ditemui usai bermain Basket di lapangan Pamedan jalan Basuki Rahmat Kota Tanjungpinang, Minggu (24/10/2021).

Sebaliknya lanjut Reza, lapangan Basket di Pamedan itu justru lebih sering digunakan untuk memasang tenda pada saat acara pemerintahan. Akibatnya, lapangan Basket itu semakin rusak karena di tancap paku di area lapangan.

“Kalau kami mau main, juga harus hati-hati dan harus memeriksa lapangan dahulu apakah ada paku yang tertancap atau tidak. Lantai lapangan ini juga banyak yang pecah-pecah karena kena paku,” jelasnya.

Dengan kondisi itu lanjut Reza, setiap orang yang berolahraga Basket di lapangan itu sangat tidak nyaman. Bahkan akibat kondisi lapangan rusak itu, tidak jarang pemain terjatuh terpeleset.

“Memang sudah tidak layak lagi digunakan dan lapangannya sudah standar lagi. Ketika main kita juga sering terpeleset,” ujarnya.

Selain kondisi lapangan yang berlobang dan bolong, tanda garis Lapangan bola Basket disana juga dikatakan sudah cadar. Akibatnya, Komunitas Basket Pemuda ini, terpaksa melakukan perbaikan sendiri.

“Kadang untuk beli Cet, kami urugan menyumbang untuk perbaikan dan pengecatan garis, kita perbaiki seadanya semampu kita,” paparnya.

Reza dan komunitasnya berharap Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat memperhatikan dan melakukan perbaikan dan perawatan sarana olahraga masyarakat di Lapangan Pamedan itu.

Karena hingga saat ini, sarana Olah Raga warga itu, sangat dibutuhkan masyarakat untuk berolahraga khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Kadispora dan Kadis Perkim Tanjungpinang Saling Lempar

Sementara itu, Kepala Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan (Perkim) Kota Tanjungpinang Djasman, mengatakan, pemeliharaan dan perawatan fasilitas umum olahraga di lapangan Pamedan Tanjungpinang itu, bukan merupakan Tanggung Jawab dinas Perkim.

Dia mengatakan, Pemeliharaan dan perbaikan nya merupakan tanggung jawab Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tanjungpinang.

“Fasilitas olahraga disana dirawat oleh dispora bukan Perkim,” ujarnya pada PRESMEDIA.ID.

Djasman mengaku, telah mengecek kartu inventaris barang di Perkim, Fasilitas olahraga Basket ball di Lapangan Pamedan itu tidak tercatat kecuali taman Pamedan (Lahannya).

“Atau nanti kami cek lebih lanjut lagi, karena kalau fasilitas bukan Tupoksi Perkim,” tambahnya.

Ditempat berbeda, Kepala dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kota Tanjungpinang Agustiawarman juga berdalih, perawatan dan perbaikan sarana olah raga di lapangan Pamedan itu merupakan tanggung jawab Dinas Perkim kota Tanjungpinang.

“Jadi kalau ada fasilitas olahraga disana sifatnya menumpang, pemeliharaanya juga di Perkim,” ucapnya.

Agus juga mengatakan, lapangan olahraga Basket Ball dan Panjat Tebih serta lapangan Sepak Takraw disaat Lapangan Pamedan kota Tanjungpinang itu, tidak masuk di Dispora Tanjungpinang hingga pihaknya juga tidak bisa melakukan pemeliharaan.

“Karena asetnya tercatat di Perkim, tentang adanya lapangan termasuk Fasum,” ujarnya.

Penulis: Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...