Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Waspada Gelombang III Covid, Ansar Ceritakan Kekuatan Kepri Hadapi Pandemi Covid

Waspada Gelombang III Covid, Ansar Ceritakan Kekuatan Kepri Hadapi Pandemi Covid. (Foto: Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad tampil live streaming di FMB91D_IKP sebagai narasumber, berbagi trik dalam menghadapi Covid-19 di Daerah dalam acara “Cerita kita menghadapi delta” pada Senin (2/10/2021).

Dalam kesempatan ini Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjadi narasumber berdampingan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kepala Desa Panggungharjo, Bantul, DIY dan Bupati Kudus, Jawa Tengah Hartopo. Dan hadir sebagai host dalam acara ini adalah Diana Dwika.

Virus Covid-19 varian delta yang sempat mengancam Indonesia, termasuk Kepulauan Riau saat ini telah berhasil dikendalikan sejak terjadi pada puncak gelombang kedua Covid-19 Juli yang lalu.

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad menceritakan kekuatan Kepri dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Daerah. Kekuatan itu dikatakan Ansar adalah Kesatuan dan kebersamaan dalam memerangi Pandemi serta kebersamaan dalam percepatan Vaksinasi.

Kepri kata Mantan Bupati Bintan ini, sangat terbantu dengan percepatan vaksinasi sebelum varian delta mulai masuk ke Indonesia. Gencarnya vaksinasi di Kepri sebelum merebaknya Covid-19 varian Delta disinyalir menjadi alasan gelombang kedua Covid-19 di Kepri tidak separah daerah lain.

“Saat itu sebelum bulan Juli, kita sudah melakukan upaya masif vaksinasi, ternyata memang vaksinasi yang kita lakukan itu berhasil membentuk kekebalan komunal. Terlebih saat itu kita banyak menggunakan vaksin AstraZeneca,” ucap Gubernur.

Vaksin AstraZeneca memang secara klinis mampu memberikan perlawanan lebih terhadap virus Covid-19. Kendati demikian, Ansar juga mengakui, bila saat itu banyak masyarakat yang terpengaruh dengan rumor tentang efek pasca-vaksin AstraZeneca.

Namun Pemprov Kepri, menggunakan strategi menggaet tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk terlebih dahulu di vaksin, sehingga masyarakat mulai menerima vaksin AstraZeneca.

“Kita mengajak seluruh imam, bilal dan penceramah termasuk tokoh-tokoh agama yang lain untuk divaksin agar bisa menjadi bukti bahwa memang vaksin itu aman dan halal,” ungkap Gubernur.

Provinsi Kepri lanjut Ansar, juga beberapa kali menerima stok vaksin dari daerah lain yang merasa tidak sanggup untuk menghabiskan stok vaksin tersebut. Dan provinsi Kepri terbukti selalu mampu menghabiskan stok vaksin yang diterima dari Pemerintah Pusat.

Keberhasilan menghabiskan stok vaksin di Kepri, lanjutnya merupakan buah dari kerjasama antar Forkopimda di Kepri yang sangat kompak. Seluruh stakeholder di Kepri mulai dari TNI/Polri, Kejaksaan, Instansi Vertikal, sampai dengan Asosiasi pengusaha swasta menepuk program masing-masing untuk vaksinasi.

“Semua Forkopimda di Kepri ini sangat kompak sekali, Polda Kepri misalnya punya Vaksinasi Menjangkau Pulau atau Nasi Kapau. Lalu Korem 033 punya Vaksinasi mobile Gurindam 12, Lantamal IV punya vaksinasi masyarakat pesisir, jadi ada banyak sekali vaksinasi yang dilakukan instansi,” jelas Gubernur.

Dampak Kenaikan Covid-19 Singapura ke Kepri

Pada wawancara yang dihadiri oleh Bupati Kudus Hartopo dan Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro tersebut, juga disinggung tentang kenaikan Covid-19 di Singapura dan dampaknya terhadap Kepri.

Terkait hal tersebut, Ansar mengatakan, Kepri tidak terdampak dan merasakan terpengaruh dengan adanya kenaikan Covid-19 di Singapura. Hal itu dikarenakan saat ini pembukaan perbatasan antara Singapura dan Kepri masih sebatas pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“PMI yang masuk ke Kepri pun terus kita lakukan pengawasan, melalui Satgas Penanganan Covid 19 Daerah Perlintasan wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Kita memberikan protokol kesehatan yang ketat sehingga meminimalisir penularan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ansar juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri selalu patuh terhadap instruksi pemerintah pusat, termasuk terkait rencana pemberian izin wisatawan Singapura berlibur ke kawasan wisata Khusus di Kepri seperti Lagoi Bintan dan Nongsa Point Marina di Batam.

Waspada Gelombang ke III Pandemi Covid

Di Tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, juga menyerukan agar mewaspadai gelombang ke III varian baru Covid-19 pada Desember 2021 mendatang.

Kendati hingga saat ini Kepri dinyatakan cukup aman dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus tersebut. Namun percepatan Vaksinasi dalam membentuk herd immunity masyarakat harus terus digesa.

Hingga saat ini kata Bisri, capaian vaksinasi Covid-19 di wilayah Kepri sudah mencapai 84 persen. Tapi untuk mewaspadai gelombang ke III pandemi itu, upaya masif Vaksinasi itu perlu terus dilakukan.

“Demikian juga dalam pelaksanaan protokoler kesehatan, juga harus terus dilakukan dalam melindungi masing-masing pribadi,” sebutnya.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, juga menghimbau agar masyarakat senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), demikian juga percepatan penuntasan Vaksinasi khususnya pada Lanjut Usia dan anak-anak sekolah di Provinsi Kepri.

Penulis: Redaksi
Editor : Redaksi

Comments
Loading...