Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jalan Layang Simpang Ramayana Tanjungpinang Dibangun 2022

Jalan Simpang Ramayana Tanjungpinang yang menjadi lokasi dibangunnya jalan layang tahun 2022 mendatang. (Foto : Ismail/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau rencananya akan membangun flyover atau jalan layang di kawasan Simpang Ramayana Tanjungpinang pada tahun 2022 mendatang. Dengan pembangunan jalan layang itu diharapkan dapat menjadi solusi mengurai ramainya lalu lintas di kawasan itu.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kepri Rudiantari, mengatakan alokasi anggaran untuk pembangunan akan dialokasikan melalui APBD Kepri 2022 dan saat ini sudah disetujui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Secara internal kebutuhan pembangunan fly over ini sudah diputuskan dalam pembahasan anggaran. Artinya, tinggal pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri. Artinya jika ditetapkan, maka di 2022 kita langsung gesa pembangunan fisiknya,” ungkapnya, Rabu (27/10/2021).

Ia menjelaskan, sebelumnya melalui APBD perubahan 2021 pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,8 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan pendukung, mulai dari menyusun Feasibility study hingga pembebasan lahan dan ganti rugi 4 Ruko yang akan dirobohkan di lahan pembangunan fly over tersebut.

“Tahap awal tahun ini, kita akan perluas lahan dengan membebaskan empat ruko di kanan dan kirinya,” katanya.

Rodi menuturkan, rencana pembangunan jalan layang tersebut sudah lama dirancang oleh Pemprov Kepri. Bahkan Detail Engineering Design (DED) juga sudah selesai beberapa tahun lalu.

Adapun tujuan dibangunnya jalan layang itu untuk mengurai kemacetan. Karena, semenjak dimanfaatkannya Jembatan I Dompak, arus lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut cukup padat saat jam sibuk, pagi dan sore hari.

“Selain itu, untuk menambah nilai estetika Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri,” ucap Rodi.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, berkomitmen akan menata wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang secara bertahap. Penataan tersebut akan dimulai tahun 2022 mendatang melalui pembangunan infrastruktur strategis, baik dari APBN maupun APBD Kepri.

“Memang secara bertahap kita akan melakukan sejumlah penataan di Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang. Pembenahan yang dilakukan tentunya untuk menjadikan Kota Tanjungpinang semakin elegan kedepannya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Ansar, untuk menangani APBD Kepri 2022 , pihaknya melakukan pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (persero) sebesar Rp 180 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fly over, jalan bandara, Penataan Kota lama di Tanjungpinang , pembangunan gedung workshop di Karimun, dan ada pembangunan di Bintan.

“Pinjaman itu kita bayar selama 2 tahun. Dengan skema pembayaran dari perhitungan DAU kita disana,” demikian Gubernur.

Penulis :Ismail
Editor :Redaksi

Comments
Loading...