Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pajak Pengiriman Barang UMKM di Wilayah FTZ  Diusulkan Dihapus

Ketua Kosgoro 1957 Kepulauan Riau H.Taba Iskandar saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Kosgoro Dave Laksono di Batam. (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Batam – Ketua  Kosgoro 1957 Kepulauan Riau H.Taba Iskandar menyarankan pajak pengiriman barang keluar daerah bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun dihapuskan.

Hal ini dikatakan Taba, kepada ketua umum (Ketum) Kosgoro Dave Laksono agar dapat menyampaikannya ke Pemerintah pusat, Karena sampai saat ini, pajak pengiriman barang di kawasan Free trade zone Batam, Bintan dan Karimun itu masih berlaku dan sangat memberatkan pelaku usaha kecil menengah.
“Ini jelas sangat membebankan masyarakat. Karena tidak sebanding dengan hasil UKM dengan ongkos kirim dan pajak pengiriman yang dibebankan kepada mereka,” kata wakil ketua komisi IDPRD Kepri ini saat temu kader Kosgoro di Golden Prawn, Batam (26/10/2021).
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Kosgoro 1957 Dave Laksono mengatakan akan mengkaji ulang tentang FTZ yang ada di Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Selanjutnya akan segera  menyampaikannya ke Pemerintah Pusat untuk ditindak lanjuti.
Dave juga menyampaikan untuk membangkitkan kembali perekonomian Indonesia dari Kosgoro untuk masuk dari sektor UMKM.
“Memberdayakan UMKM  merupakan salah satu perintah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam upaya membangkitkan perekonomian Indonesia,” ujar Dave.
Dave juga menyarankan agar  UMKM mampu membangun kerja sama dengan pihak perbankan yang ada di seluruh Indonesia. Tujuannya agar bisa mendapatkan dana segar dengan mudah yang bisa meningkatkan produktivitasnya.
“UMKM ini sektor riil yang mampu menopang perekonomian di Indonesia. Jika UMKM berjalan lancar, otomatis ekonomi kita akan tumbuh,” terang anggota DPR RI ini.
Terakhir, Dave berpesan  kepada seluruh kader Kosgoro yang ada di seluruh Indonesia, terutama di Kepri, di untuk memahami digitalisasi. Tujuannya agar mudah dalam mempromosikan produk-produk UMKM yang dihasilkan.
“Tidak bisa dipungkiri di era revolusi industri 4.0 ini, kita harus tidak boleh gaptek. Kita harus melek teknologi dan tau bagaimana memanfaatkan perangkat digital. Dan melalui teknologi digital ini kita bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan produk-produk UKM yang ada,” tutupnya.
Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi 
Comments
Loading...