Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
maulidnabidewan

M.Nizar Minta Perhatian dan Dukungan KKP Dalam Pengembangan Perikanan di Lingga

Bupati Lingga M.Nizar dan Rombongan saat melakukan pertemuan dengan Perikanan Budidaya dan tim di KKP (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Bupati Lingga Muhammad Nizar meminta perhatian dan dukungan dari KKP dalam pengembangan potensi perikanan dan pengembangan sekolah Tinggi Politeknik Lingga.

Hal itu dikatakan M.Nizar dan rombongan saat melakukan pertemuan dengan Dirjen Perikanan Budidaya, KKP RI, TB Haeru Rahayu dan Tim di Kantor KKP RI di Jakarta, Rabu (27/10) kemarin.

Dalam pertemuan itu, M.Nizar juga mengatakan dengan keterbatasan APBD pihaknya terus mengembangkan sejumlah potensi perikanan di Kabupaten Lingga.

Dengan keterbatasan itu, M.Nizar juga mengatakan harus pandai-pandai berkreasi untuk menjemput program atau anggaran ke pusat. Harapannya anggaran dari APBN melalui kementerian bisa mengalir ke Lingga.

“Makanya kami rajin jemput bola. Kali ini kami datang ke KKP. Alhamdulillah kami diterima Dirjen Perikanan Budidaya dan tim. Banyak pencerahan yang kami dapat,” kata Nizar.

Bupati M.Nizar juga berharap adanya perhatian dari KKP, Sebab Kabupaten Lingga katanya telah membuat terobosan, diantaranya membeli mesin pengolahan pakan ikan yang dioperasikan BUMD Kabupaten Lingga.

Namun dalam operasional mesin ini, pihak BUMD Lingga terkendala dana operasional. Dalam dua tahun ini alokasi anggaran banyak yang dialihkan ke penanganan Covid 19.

“Kami berharap KKP bisa membantu agar mesin bagus yang dibeli ini tidak mangkrak,” pintanya

Terkait dana alokasi khusus (DAK), Nizar menyebutkan, Kabupaten Lingga tidak mendapatkan DAK untuk bidang perikanan dan kelautan. Kedepan pihaknya berharap, Lingga dapat alokasi anggaran.

Nantinya, Pemkab Lingga akan lebih giat lagi berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri, Bappenas dan Kementerian Keuangan dalam upaya mendapatkan DAK.

Dia turut mengharapkan adanya dukungan dari KKP RI dalam pengembangan Politeknik Lingga yang telah dibuka dengan tiga jurusan di dalamnya. Harapannya ke depan, Politeknik Lingga menjadi tulang punggung dalam penyediaan SDM bidang perikanan pertanian dan peternakan di Lingga.

“Politeknik Lingga telah dibuka. Target kedepannya, mahasiswanya tidak hanya dari Lingga atau Kepulauan Riau. Tapi juga menarik perhatian orang luar, untuk kuliah ke Lingga,” ujarnya.

Atas hal itu, M.Nizar juga berharap, adanya dukungan dan bimbingan dari KKP agar Politeknik Lingga tersebut berjalan baik dan berproses layaknya sebuah kampus.

“Karena kami yakin, KKP memiliki banyak Politeknik dan sudah berpengalaman dan teruji,” jelas Nizar.

Menanggapi hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, berjanji akan membantu menawarkan potensi perikanan Lingga kepada para investor.

KKP juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lingga untuk memberikan berbagai kemudahan pada investor untuk berinvestasi di Lingga.

“Pemudahan perizinan, jangan ada preman. Jangan ada pungli. Pak bupatinya mendukung, DPRD mendukung. Insyaallah para investor bakal melirik potensi perikanan yang ditawarkan,”kata TB Haeru Rahayu.

Dalam kesempatan itu, KKP juga mengapresiasi terobosan yang dilakukan pemerintah kabupaten Lingga yang akan pendirian Politeknik Lingga dan keberadaan mesin pengolahan pakan ikan.

TB Haeru Rahayu juga menjelaskan dalam pengembangan perikanan mengawinkan dua aspek, yakni menjaga ekologi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi. Dua spek ini menurutnya tidak bisa dipisahkan.

Dalam program bidang perikanan lanjutnya, Pemerintah kabupaten Lingga juga harus mengacu pada program nasional, yang memuat tiga program terobosan KKP periode 2021-2024 yang meliputi, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan, pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan serta pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

“Kami berpesan, agar pemerintah daerah menggarap sungguh-sungguh potensi perikanan ini, tapi jangan lupakan aspek ekologi. Itu yang harus dijaga,” ujarnya.

Selain itu, TB Haeru juga menyampaikan adanya sejumlah target dalam perikanan budidaya 2024, salah satunya produksi udang. KKP katanya, juga sudah menyiapkan strategi peningkatan produksi budidaya udang hingga mencapai 2 juta ton pada tahun 2024. Karena saat ini produksi per tahunnya belum mencapai 1 juta ton.

“Sejumlah daerah yang memiliki potensi untuk pengembangan budidaya udang bisa menggesa agar target secara nasional bisa tercapai. Dan Lingga, dalam database kami, memang belum terlihat. Tapi kami yakin ada, namun mungkin skalanya belum besar,” jelasnya.

Terkait Politik Lingga, KKP meminta Pemerintah Kabupaten Lingga atau pengelola Politeknik Lingga bisa belajar dan bertukar pikiran dengan Politeknik KKP yang ada di Dumai.

Dari koordinasi ini, akan diketahui strategi dalam peningkatan akreditasi, penyiapan infrastruktur SDM dan infrastruktur.

Bahkan pihak KKP juga menawarkan jasa pendampingan, penyediaan tenaga pengajar dan lain-lainnya setelah semua kebutuhan Politik di inventarisasi oleh Pemerintah Kabupaten Lingga.

Selain Bupati Lingga, M.Nizar dalam pertemuan itu juga ada mantan Bupati Lingga, Alias Wello, rombongan lain yang hadir yaitu Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy, Staf Khusus Bupati Lingga, Ady Indra Pawennari, Plt Kepala Barenlitbang Lingga, Nela dan Kabid Perencanaan, M Hanif.

Penulis: Aulia
Editor : Redaksi

Comments
Loading...