Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Mendagri Evaluasi APBD-P 2021 Kepri, Pemprov Lapor DPRD Untuk Disepakati

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kepri, Venni Meitaria Setiawati (Foto:Ismail/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Meskipun anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) Kepri tahun 2021 sudah disahkan September lalu. Namun, hingga kini keran APBD perubahan belum bisa dijalankan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kepri, Venni Meitaria Setiawati, mengungkapkan alasan belum bisa dijalankan APBD Perubahan dikarenakan pihaknya masih menunggu hasil evaluasi Kemendagri.

Namun demikian, hasil evaluasi tersebut sudah keluar pada 27 Oktober 2021 lalu. Dan, dalam waktu dekat APBD Perubahan Kepri 2021 bisa segera dijalankan.

“Kami akan menyampaikan hasil evaluasi dari Kemendagri ke DPRD untuk dibahas dan disepakati. Mana yang direkomendasikan, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya saat ditemui di Tanjungpinang, Senin (1/11/2021).

Ketika disinggung apa saja yang dievaluasi Mendagri di APBD Perubahan 2021 Provinsi Kepri itu, Venny enggan menyebutkan dengan alasan akan disampaikan terlebih dahulu ke DPRD Kepri, baru bisa disampaikan ke publik terkait penilaian kemendagri terhadap APBD Perubahan.

“Nanti kami sampaikan dulu ke Dewan, kalau kami sampaikan sekarang bisa terjadi perbedaan tafsir bahasa. Dan itu yang kita hindari,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah dan DPRD Kepri telah menetapkan Perda
APBD Perubahan 2021 Kepri dengan besar Rp3,918 Triliun pada 29 September 2021 lalu.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar Rp.68,2 miliar dari sebesar APBD 2021 Murni sebelumnya Rp3,986 triliun.

Adapun pendapatan daerah yang semula diproyeksikan sebesar Rp3,701 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp152,2 miliar menjadi Rp3,854 triliun.

Sementara, untuk estimasi pembiayaan daerah tahun 2021 yang semula direncanakan sebesar Rp285 miliar dari penerimaan SiLPA tahun anggaran sebelumnya, Pada APBD Perubahan 2021 ini mengalami penurunan sebesar Rp220,4 miliar sehingga menjadi Rp64,5 miliar.

Penulis :Ismail
Editor   :Redaksi

Comments
Loading...