Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi Pengadaan Mesin Tepung Ikan, Mantan Dirut BUMD Lingga Eksepsi Dakwaan Jaksa

Sidang dugaan korupsi pengadaan Mesin tepung Ikan dengan terdakwa Risalasi mantan Dirut PT.Pembangunan Selingsing Mandiri (PSM) BUMD Lingga (Foto:Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Dua terdakwa dugaan korupsi pengadaan mesin pembuatan tepung ikan di BUMD Lingga, Risalasi dan Efrizon didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Tanjungpinang.

Terdakwa Risalasi adalah Direktur PT.Pembangunan Selingsing Mandiri (PSM) yang merupakan Perusahaan BUMD Lingga, dan Terdakwa Efrizon sebagai Komisaris PT.PSM perusahaan yang mengadakan mesin tepung Ikan BUMD Lingga.

Keduanya, didakwa Jaksa melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam pengadaan mesin pembuatan tepung ikan di BUMD Lingga yang mengakibatkan kerugian negara Rp3.090.726.183,-.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum mengatakan, Pengadaan barang Mesin pembuat Tepung ikan BUMD Lingga ini, diawali dengan perintah Terdakwa Risalasi selaku direktur PT.PSM-BUMD Lingga kepada terdakwa Efrizon Nazri selaku direktur PT.PIM untuk membuat perhitungan dana dalam pengadaan mesin pembuatan tepung ikan.

Atas perintah itu, selanjutnya Efrizon Nazri membuat alokasi anggaran untuk pembeliaan barang mesin pengolah tepung ikan itu Rp3.090.726.183.

Kemudian, Risalasi sebagai direktur BUMD PT.PSM Lingga mengeluarkan dana pembeliaan barang tanpa melalui tender itu dari dana BUMD Lingga kepada Efrizon Nazri selaku direktur PT.PIM.

Atas pembeliaan barang itu, Efrizal mendapat fee pembelian sebesar Rp150 juta.

Sementara dari penyidikan Polisi terungkap, barang mesin dan alat untuk proses pembuatan tepung ikan yang dibeli melalui dana dari PT.PSM BUMD Lingga itu, tidak sesuai dengan spesifikasi hingga mengakibatkan kerugian negara.

Atas perbuatan, terdakwa Risalasi didakwa dengan pasal 2 jo Pasal 18 UU Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 KUHP jo Pasal 64 KUHP

Dalam dakwaan subsidair, terdakwa juga didakwa melanggar pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 KUHP jo Pasal 64 KUHP.

“Kerugian negara dalam perkara ini Rp 3.090.726.183,” Sebut Jaksa.

Terdakwa Risalasi Ajukan Eksepsi

Atas dakwaan berlapis Jaksa Penuntut Umum, terdakwa Risalasi melalui Kuasa hukumnya Cholderia Sitinjak mengajukan Eksepsi.

Cholderia mengatakan, pihaknya keberatan dengan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

“Ya tadi kita mengajukan eksepsi terhadap dakwaan JPU,” kata Cholderia Kuasa Hukum terdakwa Risalasi saat ditemui usai persidangan di PN Tanjungpinang, Senin (1/11/2021).

Colderia menyampaikan bahwa untuk pertimbangan dan alasan mengajukan eksepsi nanti disampaikan dalam persidangan berikutnya.

Sementara itu, terdakwa Efrizon Nazir yang disidangkan secara terpisah pada pekan lalu tidak mengajukan eksepsi.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...