Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Gubernur Kepri Minta Bupati dan Walikota Serius Gesa Vaksinasi Lansia

Ketua tim Satgas Penanganan Covid Kepri Ansar Ahmad dan wakil Ketua Satgas Covid Tjejep Yudiana bersama Kadiskes Kepri saat menggelar Rapat. (Foto:Humas-Kepri)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya menurunkan status PPKM Kepri ke level 1.

Salah satunya dengan mendorong seluruh kabupaten/kota mengejar capaian vaksinasi lansia di Kepri.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menegaskan seluruh Bupati dan Wali Kota harus lebih serius menangani capaian vaksinasi kelompok lansia itu. Karena, kunci utama Kepri bisa kembali turun ke PPKM level 1, adalah dengan meningkatkan vaksinasi pada kelompok tersebut.

“Yang menjadi penghalang PPKM kita turun level 1 ini tinggal vaksinasi lansia. Jadi kita memang harus terus mendorong itu,” kata Ansar saat memimpin rapat secara daring dari Gedung Daerah , Tanjungpinang, Senin (11/1/2021).

Berdasarkan hasil asesmen Covid-19, selanjutnya, saat ini Kepri masih berada pada PPKM level 2. Hal itu dikarenakan capaian vaksinasi lansia yang masih berada di angka 53,65 persen.

Untuk dapat turun ke level 1, pemerintah pusat memberikan syarat vaksinasi lansia yang harus dicapai minimal 60 persen.

Hingga saat ini, lanjutnya kabupaten/kota yang sudah berhasil melampaui capaian vaksinasi Lansia lebih dari 60 persen itu, baru Kota Tanjungpinang dan Batam. Sehingga dua kota tersebut dapat turun ke level I. Sedangkan, Kabupaten lainnya masih berada di level II dan III.

Pengumuman asesmen levelisasi kata Ansar, akan kembali dilakukan pada 7 November 2021 mendatang. Maka dari itu, hingga 5 November 2021 nanti beberapa kabupaten yang belum mencapai target vaksinasi lansia harus semaksimal mungkin menggenjot vaksinasi lansia.

“Waktunya memang pendek, tapi harus kita kejar terus untuk vaksinasi lansia. Jika asesmen tanggal 7 nanti belum tercapai, paling tidak asesmen selanjutnya seluruh kabupaten dan kota di Kepri harus sudah di level I,” terang Ansar.

Mantan Bupati Bintan  2 periode ini juga menyarankan, sebagai daya tarik untuk mengajak lansia mau divaksin harus dilakukan dengan menyertakan berbagai bantuan. Oleh karena itu, Pemerintah kabupaten/kota dianjurkan untuk mengajak pengusaha membantu bantuan sembako untuk stimulus vaksinasi lansia.

“Karena kemarin kan pengusaha sudah kita bantu divaksin gotong royong yang harusnya pakai dana mereka akhirnya kita izinkan vaksin gratis dari pemerintah. Jadi sekarang giliran pengusaha yang membantu kita membantu menyediakan sembako untuk lansia,” ujar Gubernur.

Selain itu, Ansar  mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mewaspadai potensi lonjakan kasus di gelombang ketiga yang sudah banyak diprediksi akan terjadi di akhir tahun.

“Libur natal dan tahun baru harus kita perketat. Kemarin kita sudah kandas di gelombang kedua, kalau gelombang ketiga ini kita dapat mempertahankan kelandaian seperti sekarang maka kita bisa meminta berbagai diskresi ke Pemerintah Pusat,” tutupnya.

Penulis :Ismail
Editor   :Redaksi

Comments
Loading...