Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kepri Siapkan 156 Hektar Lahan Untuk Program Pertanian Terpadu

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri Rika Azmi.(Imail/ presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan 156 hektare lahan untuk mendukung program integrasi pertanian terpadu berbasis Integrated Farming System.

Program ini merupakan sistem integrasi pertanian, perikanan serta peternakan dalam satu kawasan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri Rika Azmi, mengatakan pengembangan sistem ini merupakan gagasan dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan cukup efektif dilakukan pada masa pandemi Covid-19.

“Artinya dalam satu kawasan titik hasil pertanian, perikanan dan peternakannya juga bagus,” katanya, Selasa (2/11/2021).

Ia menyebut, uji coba penerapan program ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dan DKP2KH bekerjasama dengan Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang dan stakeholder lainnya untuk guna menggaet investor yag mau berinvestasi.

“Kita coba tawarkan ke Singapura, Kepri punya lahan pertanian yang luas. Mereka menyambut baik dan tertarik berinvestasi,” ujarnya.

Singapura lanjutnya, berpotensi menjadi salah satu pangsa pasar ekspor pertanian terbesar dari Kepri karena secara geografis, letak Singapura dan Kepri cukup dekat dan hanya membutuhkan waktu satu jam naik transportasi laut.

Di samping itu, Kepri juga sudah memiliki pengalaman mengekspor komoditas hortikultura seperti buah dan sayur ke Singapura. Namun, sempat terhenti dalam beberapa tahun ke belakang karena kendala teknis.

“Makanya, ekspor pertanian ke Singapura harus terus kita dorong lagi. Kita sedang berkoordinasi dengan agensi makanan Singapura terkait persyaratan ekspor pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, mendukung penuh konsep Integrated Farming System sebagai upaya mendorong kualitas dan kuantitas pertanian di Kepri.

Ia juga mengaku, telah berbicara dengan perwakilan Singapore Consulate General Lim YiHonh, menyangkut teknis ekspor pertanian hingga peluang-peluang investasi sektor pertanian di Kepri.

“Beliau (Lim YiHonh) dengan senang hati akan memfasilitasi pertemuan lanjutan Pemprov Kepri dengan Pemerintah Singapura yang membidangi masalah pertanian ini,” sebut Raden.

Kepri dan Singapura lanjutnya, dapat memperkuat kerjasama sektor pertanian ini, mengingat negeri berjuluk Kota Singa itu sudah berinvestasi di sektor peternakan babi di Pulau Bulan, Batam.

“Kepri hampir setiap hari ekspor sekitar 1.000 ekor babi ke Singapura, bahkan tercatat sebagai pengekspor babi terbesar di Indonesia,” katanya.

Penulis :Ismail
Editor   :Redaksi

Comments
Loading...