Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kepri Tingkatkan Fungsi RSUD EHD Tanjung Uban Tampung Lebih Banyak Pasien Gangguan Jiwa

Gubernur Ansar saat melakukan pertemuan dengan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI dr. Celestinus Gigya Munthe di Ruang Kerja Gubernur Kepri.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah provinsi Kepri akan meningkatkan fungsi RSUD Engku Haji Daud (EHD) Tanjung Uban untuk menampung lebih banyak pasien dengan gangguan jiwa.

Hal itu dikarenakan, ada perubahan rancangan pembangunan RSJ yang awalnya dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PMK, dan Provinsi Kepri yang menyediakan lahan. Namun kini berubah, dan kementerian meminta Pemerintah Provinsi yang melakukan Pembangunan, sementara kementerian hanya menyediakan peralatan pendukungnya.

“Oleh karena itu, perlu dipetakan langkah jangka pendek dan menengah nya ke depan,” kata Gubernur Ansar.

Hal ini dikatakan Ansar, usai menggelar pertemuan dengan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI dr.Celestinus Gigya Munthe dan jajarannya di kantor Gubernur Kepri Kamis (04/11/2021) kemarin.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menko PMK Muhadjir Effendi pada Agustus lalu yang membahas persiapan pembangunan dan pengembangan RSJ di 6 Provinsi termasuk Kepri.

Ansar mengatakan, hingga saat ini masih ada sekitar 50 orang penderita gangguan jiwa dari Kepri yang dikirim ke Pekanbaru untuk mendapat perawatan karena keterbatasan.

Selain itu angka pemasungan penderita gangguan jiwa di Kabupaten/kota hingga saat ini juga masih banyak akibat tidak mendapatkan perawatan.

Oleh karena itu, dengan perubahan rencana pembangunan RSJ Kementerian PMK itu, Provinsi Kepri akan meningkatkan fungsi RSUD Engku Haji Daud (EHD) Tanjung Uban untuk menampung sejumlah Pasien Penderita Penyakit Jiwa itu.

“Saat ini tingkat pelayanan Pasien Penyakit Jiwa di RSUD Engku Haji Daud (EHD) Tanjung Uban hanya tersedia 20 bed. Maka kedepan hal ini akan kita tambah untuk menampung pasien yang mengalami gangguan jiwa di Kepri.

Sebagai langkah jangka Pendek, lanjut Ansar akan menambah kapasitas perawatan pasien gangguan jiwa di RSUD EHD dengan mengurangi kapasitas perawatan khusus Covid-19 mengingat angka BOR yang telah menurun.

Selanjutnya menyurati Pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk mengirimkan pasien gangguan jiwa yang tidak mendapatkan perawatan tersebut ke RSUD EHD.

“Untuk langkah jangka menengahnya, kita akan segera menyurati Kemenko PMK mengenai keberlanjutan pembangunan RSJ di Kepri. Masalah lahan juga akan segera kami selesaikan” ungkap Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar juga menekankan untuk mengklasifikasikan secara khusus penderita gangguan jiwa yang berasal dari Kepulangan Pekerja Migran Indonesia. Harus diperiksa lebih lanjut mengenai penyebab gangguan jiwanya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Pemprov Kepri dr.Vitta Deskawaty menyampaikan, bahwa di Kepri tenaga Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa sudah cukup mumpuni dengan total 12 orang.

“SPKJ kita tersebar di Tanjungpinang, Batam, Karimun, dan Natuna” ungkap Vitta

Sementara itu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI dr.Celestinus Gigya Munthe Menyampaikan, Seperti yang dikatakan Menko Muhadjir sebelumnya, urgensi dibangunnya Rumah Sakit Jiwa di 6 Provinsi tersebut adalah tingginya treatment gap yang disebabkan kurangnya ketersediaan layanan Kesehatan jiwa.

“Juga berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, yang mewajibkan Pemerintah Daerah Provinsi mendirikan paling sedikit 1 rumah sakit jiwa dan Pemerintah dapat membantu Pemerintah Daerah Provinsi dalam mendirikan rumah sakit jiwa sebagaimana dimaksud” ujarnya.

Penulis:Ismail
Editor :Redaksi

Comments
Loading...