Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Diperiksa Kejati, Jaksa Pidsus Kejari Tanjungpinang Terima Uang Pinjaman Dari Terperiksa Dugaan Korupsi

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kepri Jendra Firdaus

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Tinggi (Kejati ) Kepulauan Riau menyatakan, telah memanggil dan meminta keterangan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang Dasril dalam dugaan penerimaan dana dari terperiksa korupsi.

Pemanggilan itu, dilakukan dalam rangka mengklarifikasi dugaan penerimaan suap dan gratifikasi dalam penyidikan dugaan Korupsi proyek Peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kepri Jendra Firdaus, mengatakan dari pemanggilan yang dilakukan atas laporan dugaan suap itu, belum ditemukan unsur suap tetapi hanya pinjam meminjam uang.

“Berdasarkan klasifikasi yang dilakukan, belum ditemukan unsur suap tetapi itu hanya pinjam meminjam uang,” kata Jendra, Jumat (5/11/2021).

Namun demikian, Jendra juga enggan membeberkan berapa uang yang dipinjam dan dari terpesiksa dugaan korupsi siapa uang itu dipinjam Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tanjungpinang itu.

Demikian juga sejumlah lain yang dipanggil dan dimintai klarifikasi dalam dugaan suap Jaksa Penyidik di Kejaksaan Negeri Tanjungpinang itu.

“Itu belum bisa disampaikan karena pemeriksaan internal,” jelasnya

Ia menyampaikan hasil klarifikasi itu, selanjutnya akan diserahkan  ke bidang pengawasan untuk melakukan inspeksi kasus.

“Ini juga sifatnya masih pemeriksaan internal,” pungkasnya.

Sebelumnya, oknum Jaksa penyidik pidana khsusu Kejaksaan Negeri Tanjungpinang itu, diperiksa Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Kepri atas dugaan penerimaan suap dalam dalam penyidikan dugaan korupsi proyek Peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang.

Musababnya, akibat ratusan lembar uang kertas nominal Rp100,000 dan Rp50,000 yang diduga dana suap berserakan di lantai ruangan Jaksa pidana khusus Kejaksaan Negeri Tanjungpinang itu.

Informasi yang diperoleh Media, ratusan lembar uang kertas yang berserakan itu, adalah milik salah seorang terperiksa dugaan korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang, yang saat itu dipanggil oleh oknum Jaksa Pidsus tersebut ke kantornya di Kejari Tanjungpinang.

Kedatangan terperiksa ke ruang Jaksa itu, dikatakan berkaitan dengan pemberiaan ratusan juta dana kepada oknum Jaksa di Kejari Tanjungpinang itu agar kasus dugaan Korupsi-nya tidak dilanjutkan.

Namun ditengah perjalanan, kendati sudah memberi dana ratusan juta, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang tetap melanjutkan proses hukum dan meningkatkan status penyelidikan dugaan Korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis ke Penyidikan.

Kejaksaan Agung RI bidang pengawasan juga menyatakan telah mengetahui dan memonitor pemeriksaan oknum Jaksa di Kejari Tanjungpinang yang diduga menerima suap dalam penyidikan dugaan Korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang-Kampung Bugis Tanjungpinang itu.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang. Namun demikian kejaksaan belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus korupsi yang disidik itu.

Proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh 2020 di Kawasan Senggarang kota Tanjungpinang dengan anggaran Rp34.107.483.783,- merupakan Proyek Satuan tugas Kerja (Satker) Ditjen Permukiman Kementerian PUPR Pusat di Provinsi Kepri.

Proyek yang menelan nilai kontrak Rp.34 Miliar ini, dikerjakan oleh PT Ryantama Citrakarya Abadi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Istadi dan Iswanto selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...