Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Tinggi, Kepri Galakan Ketahanan Keluarga

*P3AP2KB MoU dengan BKMT Provinsi Kepri Tentang KIE

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, bersama Ketua TP-PKK, Dewi Kumalasari Ansar, melihat hasil kerajinan tangan dari peserta Sekolah Perempuan Raja Saleha. (Foto : Humas Pemprov Kepri)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan di Provinsi Kepulauan Riau terus meningkat.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Provinsi Kepri, pada 2019 terdapat 552 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sementara hingga 8 November 2021, sebanyak 298 kasus kekerasan anak kembali terjadi.

Gubernur provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan, meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan potret lemahnya ketahanan keluarga.

Oleh karena itu, diperlukan upaya memperkokoh kembali fungsi keluarga dengan cara, mensosialisasikan pemenuhan hak anak, Pola pengasuhan dan peran keluarga dalam membentuk keluarga yang berkualitas.

“Ketahanan Keluarga sangat perlu kita galakan, sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan keluarga melalui keterlibatan wanita di bidang ekonomi,” katanya saat meninjau kegiatan Peserta Sekolah Perempuan Raja Saleha di Dompak, Selasa (9/11/2021).

Selain itu, Ansar juga menekankan pentingnya melakukan kerja sama dengan kelompok organisasi masyarakat seperti MUI dan Organisasi Da’i Perempuan.

Tujuan, untuk mensosialisasikan pentingnya perlindungan pada perempuan dan anak kepada masyarakat melalui masjid-masjid, pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya.

Ansar melanjutkan, penyebab lain kekerasan terhadap anak dan perempuan adalah faktor ekonomi. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi keluarga sebagai mana yang digagas Dinas P3AP2KB dalam pengembangan Sekolah Perempuan dan usaha mikro perlu digalakan.

“Namun yang perlu diperhatikan adalah pembinaan kualitas, baik produk maupun kemasannya. Karena kemasan juga menentukan. karena biasanya produk kita rasanya enak, namun kemasannya selalu kalah” ujarnya.

P3AP2KB MoU dengan BKMT Provinsi Kepri Tentang KIE

Dalam kesempatan itu, (P3AP2KB) Provinsi Kepri juga melakukan penandatangan MoU dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kepri dalam Program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan menekan angka kekerasan anak dan perempuan di Kepri.

Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang memiliki jejaring sampai ke tingkat desa/kelurahan diharapakan anak memberi sosialisasi da pengetahuan hingga ke unit keluarga,

“Dengan jejaring yang dimiliki ini, peran BKMT menjadi sangat strategis dalam mensosialisasikan dakwah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak pada masyarakat,” kata Misni.

Melalui kerjasama Dinas P3AP2KB dengan BKMT ini, diharapkan dapat memberi informasi dan sosialisasi pada masyarakat mengenai pengasuhan anak dalam keluarga, peran ayah, pemenuhan hak perempuan dan anak serta kesetaraan laki-laki dan perempuan.

Sektor peningkatan ekonomi Keluarga, Pemerintah juga menggalakan program Inkubasi bisnis pelaku UMKM perempuan sejak 2019 lalu. Bahkan hingga 2021 ini, telah menghasilkan 108 peserta yang aktif dalam menghasilkan produk.

“Kegiatan inkubasi bisnis ini terus dikembangkan dan memerlukan dukungan dari OPD lain seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM untuk menjadikan peserta sebagai Mitra bersama,” sebutnya.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Comments
Loading...