Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Waspadai Varian Baru Covid Delta Plus, Kepri Harus Perketat Pintu Masuk Kepulangan PMI

Para PMI dari Malaysia masuk melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. (Foto : Ismail/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Waspadai masuknya varian Covid-19 subvarian Delta AY.4.2 atau yang dikenal Covid-19 Delta Plus dari luar negeri. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperketat pemeriksaan Pekerja Migran Indonesia dan Warga Negara Asing (WNA) yang pulang dari Malaysia dan Singapura ke Batam.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri Mohammad Bisri, mengungkapkan varian baru Covid-19 itu harus diwaspadai jangan sampai masuk ke Kepri. Terlebih, jenis varian baru Covid-19 itu sudah terdeteksi dan masuk ke Malaysia.

Oleh karena itu lanjut Bisri, Pengawasan dan pemeriksaan seluruh Pintu masuk ke Kepri harus diperketat agar virus varian delta plus itu tidak memasuki ke wilayah Kepri.

“Tentu kita mewaspadai, jangan sampai varian ini masuk ke Kepri,” ucapnya, Rabu (10/11/2021).

Ia mengatakan, wilayah Kepri saat ini masih diuntungkan dengan belum dibukanya pintu masuk jalur laut internasional baik ke Singapura dan Malaysia.

Namun demikian, kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dapat menjadi celah. Untuk itu, perlu pengetatan yang lebih intensif pada saat kepulangan para PMI tersebut melalui pintu masuk ke Kepri.

“Pintu masuk kedua negara itu juga masih tertutup, Namun yang perlu diwaspadai kepulangan PMI. Itu yang harus diperketat nantinya,” kata Bisri.

Kendati begitu, Bisri mengimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan varian baru tersebut.

Menurutnya, hingga kini Kepri masih cukup aman. Karena, seluruh pintu baik jalur laut maupun udara masih tertutup dari negara luar.

Sementara, untuk penanganan PMI juga sudah lebih baik, Karena, para PMI yang pulang langsung diisolasi di RSKI Galang, Batam. Sehingga, ketika ada yang terkonfirmasi positif langsung ditangani di rumah sakit khusus tersebut, dan tidak terkontaminasi dengan warga setempat.

“Mereka (PMI) tidak langsung ke kita tapi langsung diisolasi ke RSKI, jadi tidak perlu khawatir,” demikian Bisri.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan Malaysia sudah mengumumkan 2 kasus varian delta plus pada 2 Oktober 2021 lalu. Varian tersebut diketahui lebih ganas 15 persen varian delta sebelumnya.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya melalui siaran pers juga sudah mewanti-wanti masuknya varian baru tersebut ke Indonesia.

Pemerintah kata Luhut terus mewaspadai masuknya varian virus tersebut ke Indonesia.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi

Comments
Loading...