Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jaksa Agung Ancam Pecat Jaksa Yang Salah Gunakan RJ Untuk Keuntungan Pribadi

Jaksa Agung RI ST.Burhanudin dan jajaran saat mengikuti Ekspos pengajuan permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, 5 tersangka perkara di wilayah kejaksaan Tinggi Aceh (Foto:Kapuspenkum Kejagung-RI)

PRESMEDIA.ID, Banda Aceh- Jaksa Agung ST Burhanudin menegaskan, akan menghukum berat dan memecat dengan tidak hormat Jaksa yang terbukti melakukan perbuatan tercela, menyalahgunakan kewenangan dan mengambil keuntungan pribadi dari penerapan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (RJ) di daerah.

Hal itu dikatakan Burhanudin saat menghadiri ekspos permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif pada 5 tersangka perkara di wilayah kejaksaan Tinggi Aceh Rabu (10/11/2021).

“Sekali lagi, Jangan mencederai masyarakat. Ingat masyarakat amat mendambakan penegakan hukum yang berkeadilan dan berkemanfaatan,” tegas Burhanudin sebagaimana rilis Kaspuspenkum Kejaksaan Agung.

Dengan penghentian penuntutan restoratif ini lanjut Burhanudin, hukum tidak lagi tajam ke bawah tapi hukum harus tumpul ke bawah dan tajam ke atas.

Oleh karena itu, Dia mengingatkan agar jajaranya di Kejaksaan melakukan pengawasan secara ketat dan bila ada terbukti anggotanya melakukan perbuatan tercela maka Jaksa agung tidak segan-segan juga akan menindak 2 (dua) tingkat di atasnya.

Jaksa Agung juga menyampaikan, kehadirannya dalam ekspose penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif di Aceh itu untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaan proses Restorative Justices (RJ tersebut.

Dalam kesempatan itu, Burhanudin juga berkomunikasi langsung dengan para Tersangka, korban, penyidik dan tokoh masyarakat setelah penghentian penuntutan.

Kepada tersangka dan keluarganya, Jaksa Agung juga bertanya, apakah Jaksa yang menangani perkaranya itu ada melakukan perbuatan tercela, (Meminta uang atau imbalan tertentu-red) dari proses penghentian kasus tersangka dengan proses RJ itu.

Dalam kunjungannya di Aceh, Jaksa Agung Burhanudin juga menyaksikan langsung pelaksanaan ekspose penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif di kantor Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Sebanyak 5 lima perkara di wilayah hukum kejaksaan Tinggi Aceh dilakukan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Ke 5 tersangka dalam perkara itu adalah, atas nama tersangka Muzakkar Alias Black Bin M.Husen (Kejaksaan Negeri Banda Aceh). Kemudian tersangka Muhammad Qusyasyi Alias Amat Bin (Alm) Abdullah Gani di Kejaksaan Negeri Aceh Utara.

Tersangka Eka Nurjanah Binti Alizar di Kejaksaan Negeri Aceh Singkil dan Tersangka Redi Arianto Alias Redi Bin (Alm) Rusman di Kejaksaan Negeri Aceh Singkil dan terakhir terhadap tersangka Ilham Bin Rahmatsyah di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Kepala Kejaksaan Negeri menandatangani dan menyampaikan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKP2) Kepala Kejaksaan Negeri.

Selanjutnya, Tersangka dan Korban bersalaman yang disaksikan dari masing-masing pihak penyidik dan tokoh masyarakat.

Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif baik di Kejaksaan Negeri Banda Aceh dan Kejaksaan Tinggi Aceh dilaksanakan dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan dengan memperhatikan 3M.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi 

Comments
Loading...