Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

KPK Periksa Lis Darmansyah, Syamsul Bahrum dan Nurdin Basirun

Plt.Juru Bicara KPK Ali Fikri (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat dan mantan pejabat kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri.

Pemanggilan sejumlah pejabat di Kepri ini, masih berkaitan dengan dugaan korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai (BKC) kuota Rokok dan Mikol di BP.Kawasan Bintan dengan tersangka Apri Sujadi dan M.Saleh Umar.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan dilakukan pada 5 orang saksi untuk mendalami peran tersangka Apri Sujadi (Bupati Bintan-red) bersama M.Saleh Umar (Kepala BP.Kawasan Bintan) dalam dugaan korupsi yang sedang disidik.

Kelima saksi yang diperiksa diantaranya, Syamsul Bahrum Asisten II Bidang Ekonomi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Sekretaris Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan dan Sekretaris Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun.

“Kemudian Boy Herlambang anggota Polri, Norman Swasta, H.Lis Darmansyah mantan Walikota Tanjungpinang 2013 sampai 2018 dan Nurdin Basirun Mantan Gubernur Kepulauan Riau,” kata Ali Fikri.

Pemeriksaan sejumlah pejabat Provinsi dan kota Tanjungpinang ini, merupakan saksi baru dari sejumlah saksi yang sebelumnya sudah diperiksa KPK.

Sebelumnya Bupati Bintan Non Aktif Apri Sujadi dan Kepala BP.Kawasan Bintan M.Saleh Umar ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai (BKC) kuota Rokok dan Mikol di BP.Kawasan Bintan pada Kamis (13/8/2021) lalu.

KPK menyatakan, tersangka Apri Sujadi (As) diduga menerima uang gratifikasi dari pembebasan Barang Kena Cukai Rokok di Kawasan BP.Kawasan Bintan pada 1017-2018 sebesar Rp6,3 miliar dan tersangka Muhammad Saleh Umar (Msu) senilai Rp800 juta.

Kedua tersangka, dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penetapan kedua tersangka oleh KPK, juga dibarengi dengan penahanan. Tersangka Apri Sujadi ditahan penyidik KPK di Gedung Merah Putih dan tersangka Muhammad Saleh Umar ditahan di Gedung KPK Kavling C1.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...