Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

PM Malaysia Berikan Jaminan Atas Kesejahteraan TKI di Malaysia

Presiden Jokowi dan PM Malaysia Dato’ Sri Ismail Sabri Yakoob memasuki Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021) siang. (Foto:Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden/setkab.go.id)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Perdana Menteri (PM) Malaysia memberikan jaminan atas kesejahteraan TKI di Malaysia dengan membuat amandemen Akta Standard Minimum Perumahan, Penginapan dan Kemudahan Pekerja 1990 (Akta 446) yang telah disetujui di Parlemen Malaysia.

Hal itu dikatakan Dato’ Sri Ismail Sabri Yakoob usai melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021) siang sebagaimana dirilis situs resmi presidenri.

“Saya memberi jaminan bahwa kebajikan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia akan kita jaga sebaik-baik mungkin dan beberapa perubahan telah pun dilaksanakan di Malaysia,” tambahnya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga mengatakan, mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Malaysia dengan berdasarkan prinsip saling menghormati dan menguntungkan.

“Sebagai negara tetangga dekat dan bangsa serumpun, kita harus memperkuat kerja sama berdasarkan prinsip yang saling menghormati dan saling menguntungkan,” ujar Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara ini juga membahas mengenai pentingnya kerja sama perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia.

“Saya mendorong kiranya MoU (Memorandum of Understanding) perlindungan tenaga kerja domestik Indonesia dapat segera diselesaikan. Kemudian juga mengenai izin Community Learning Center di Semenanjung, juga bisa diberikan izinnya sesuai prinsip hak pendidikan bagi semuanya,” ungkap Presiden Jokowi.

Dalam lawatannya ke Indonesia ini, PM Dato’ Sri Ismail Sabri Yaakob didampingi oleh jajarannya yaitu Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah dan Menteri Keuangan Zafrul Tengku Abdul Aziz.

Sementara itu, tampak turut hadir mendampingi Presiden Jokowi pada pertemuan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Indonesia Nadiem Makarim, serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Comments
Loading...