Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

BLT Lansia Bintan Mulai Dibagikan, Setiap Lansia Terima Rp.900 Ribu

Plt Bupati Bintan saat menyerahkan secara langsung BLT lansia bintan . (Foto : istimewa 70 x 110 Pixel)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk kelompok Lanjut Usia (Lansia) di Kabupaten Bintan, akhirnya dibagikan.

Pencairan BLT Lansia itu dibagikan secara simbolis oleh Plt.Bupati Bintan, Roby Kurniawan di Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Senin (15/11/2021) kemarin.

Pada pencairan tahap pertama ini, para orang tua di Bintan yang terdaftar menerima BLT itu, akan menerima uang tunai sebesar Rp900 ribu.

Plt.Bupati Bintan Roby Kurniawan, mengatakan program BLT Lansia Bintan ini merupakan salah satu janji politik saat kampanye dirinya bersama Apri Sujadi pada Pilkada Bintan 2020 lalu.

“Meski di tahun ini kita masih terdampak pandemi covid-19 dan terjadinya refocusing anggaran namun tetap direalisasikan. Mereka semua merupakan hasil dari tim verifikasi sehingga dapat dipastikan tepat sasaran,” jelasnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Bintan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 3,78 miliar melalui APBD-P 2021. Besaran dana itu akan dibagikan kepada 4.200 lansia

Dalam program BLT ini, lanjut Roby, setiap lansia menerima uang sebesar Rp 300 ribu per bulan. Dikalkulasikan selama 3 bulan Oktober- Desember, sehingga para lansia akan menerima bantuan uang itu secara menyeluruh sebesar Rp 900 ribu.

Wakil Ketua TP PKK Bintan menyerahkan bantuan BLT ke lansia. (Foto: Hasura/Presmedia.id 70 x 110 Pixel)

“Kelompok Lansia merupakan kelompok yang terdampak saat pandemi. Tentu kita harapkan, bantuan ini bermanfaat bagi kaum Lansia. Kedepannya program ini akan kita evaluasi terus,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Bintan, Edi Yusri, mengatakan sebenarnya dari data yang diperolehnya ada sekitar 10.000 ribu lansia yang berdomisili di 36 desa dan 15 kelurahan se-Kabupaten Bintan. Namun dari total tersebut hanya 4.200 lansia yang berhak menerima BLT sebesar Rp 300 ribu per bulannya itu.

“Jadi 4.200 orang inilah yang berhak menerima BLT Lansia,” sebutnya.

Sementara sisanya sekitar 5.800 orang lagi tidak dapat menerima BLT tersebut. Penyebabnya, para lansia itu telah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial lainnya. Seperti terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), BLT Dana Desa (DD), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Bantuan yang disalurkan tidak boleh double. Maka hanya 4.200 orang saja yang terima itu hasil dari verifikasi dan validasi data di lapangan oleh 54 pendamping lansia yg tersebar di 51 desa/kelurahan,” ucapnya.

Penulis : Hasura
Editor : Redaksi

Comments
Loading...