Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

UNHCR dan IOM Tak Kunjung Bisa Ditemui, WN Afganistan Pencari Suaka Kembali Gelar aksi Demo

Tuntutan penempatannya ke Negara ke tiga, Ratusan pencari Suaka WN.Afganistan kembali menggelar aksi demo di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Rabu (17/11/2021). (Foto:Roland/presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Ratusan pencari suaka warga negara Afganistan kembali melakukan aksi demo di Lapangan Pamedan jalan Basuki Rahmat Kota Tanjungpinang, Rabu (17/11/2021).

Demonstrasi ini dilaksanakan, karena United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM) Tanjungpinang tidak kunjung bertemu dan memenuhi tuntutan mereka, untuk dipindahkan ke Negara ke Tiga.

“Kami disini sudah 4 kali demo, kita mau penjelasan status kami, karena sudah 10 tahun ada disini,” kata Salah satu pencari suaka asal Afganistan Shahram.

Shahram menjelaskan selama melaksanakan demonstrasi UNHCR dan IOM belum pernah sama sekali bertemu dengan para pencari suaka.

Setiap melaksanakan demo UNHCR dan IOM selalu memberi janji untuk bertemu dan membicarakan kapan akan dipindahkan ke negara ketiga.

“Belum ada jawaban, mau bohong terus, tidak ada jawaban. Mereka tidak ada datang, janjinya mau datang,” ucapnya.

Menurutnya kalau UNHCR dan IOM belum mendatangi para pencari suaka, Ratusan pencari suaka yang ada di Tanjungpinang dan Bintan itu, mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor perwakilan UNHCR dan IOM.

“Kami akan jalan kaki lagi, biar dunia tau dan masyarakat tau kami protes,” tambahnya.

Shahram mengaku, ada banyak negara yang mau menerima pengungsi, seperti Kanada, Australia dan yang lainnya, Namun UNHCR dikatakan tidak mau peduli.

“Ini karena ada bisnis,” ujarnya tanpa merinci bisnis yang dimaksud.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Keamanan Rudenim Tanjungpinang Sony mengatakan, atas aksi WN pencari Suaka ini, pihaknya tidak dapat berbuat banyak.

Karena tuntutan WN pencari suaka adalah murni urusan UNHCR dengan negara ke tiga.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya dapat memfasilitasi. Yang menentukan status para pencari suaka itu adalah UNHCR, dan yang mengurus mereka di Indonesia adalah IOM,” ujarnya.

Aksi demo dan tuntutan pencari suaka itu lanjut Sony, juga sudah laporkan ke UNHCR dan IOM.

Namun UNHCR dan IOM dikatakan tidak bisa turun langsung, dan tidak bisa ditemui. Namun sudah ada pertemuan dengan para pencari suaka.

“Sampai saat UNHCR juga tidak bisa memastikan, tergantung negara ketiganya,” jelasnya.

Penulis : Roland
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...